SALJU
DI SUDUT KOTA
Karya
Amelia Wahyu Pithessa
Hari
ini hari yang cerah bukan?Menurutku inilah saatnya dia menikmati apa yang sudah
Tuhan ciptakan di luar sana.Dia harus melihat keindahan itu yang selama ini
hanya dianggap sebagai biang keladi masalah.Bagi dirinya,tak ada yang bisa
memberikan senyuman di wajah mungil seorang gadis rumahan ini,kecuali salju
yang turun disetiap musimnya.Menjadi teman setianya dalam kesepian.Setiap
hari,tanpa waktu yang tak tentu.Ia melukiskan kesepian hatinya dalam sebuah
goresan warna di kertas putih.Sudah banyak sekali lukisan yang ia ciptakan
memenuhi seisi kamar besarnya.Mimpinya sederhana,gadis yang memiliki nama
Vanilla ini hanya ingin keluar merasakan langsung dinginnya salju membisik
halus di tubunya.Namun rasanya itu tidak akan mungkin.
Vanilla,dia
tak lebih dari sekedar tahanan paling beruntung di dunia.Karena terkurung di di
dalam rumah mewah bak istana.Seorang putri raja tak seharusnya memilki nasib
seperti rakyat jelata yang sejak lama ia alami.Dan dia gadis yang sangat
beruntung disbanding gadis lainnya.Coba bayangkan,apapun yang ia inginkan tak
pernah tak terpenuhi.Ia diperlakukan layaknya seorang nyonya besar,pelayannya
yang setia memanjakan majikannya.Namun semua itu tak bisa membuatnya bahagia
secara utuh.Justru dia iri melihat gadis-gadis desa itu bebas bermain diluar
melihat salju-salju yang berguguran.Ya,tak sepertinya yang terkurung bagai
burung dalam sangkar.Tak ada celah sama sekali untuknya bisa keluar rumah.Vanilla
lahir dari keluarga kerajaan terhormat dan sangat kaya raya.Vanilla dan keluarganya
adalah seorang bangsawan yang sangat memegang erat teguh tradisi dan aturan
kerajaan yang harus dipatuhi.Salah satunya adalah,semua anak perempuan yang
lahir dari keturunan raja,mereka tidak boleh keluar rumah dan mengenal dunia
luar dari lahir hingga mereka menikah.Jika anak perempuan itu keluar karena
ajakan seseorang,maka orang itu akan diasingkan dari wilayah desa dan istana
tanpa ampun.Ya,itulah alasan Vanilla tak memilki nyali besar untuk ke luar
rumah,sekarang dan mungkin untuk selamanya dia tak akan bisa merasakan indahnya
ciptaan Tuhan.Karena apa?karena dia tak mau menikah dengan orang yang
dijodohkan oleh keluarganya,yang sama sekali tak Vanilla cintai.Sebab dia
berpikir hanya ada satu laki-laki yang ia cintai,laki-laki itu tak seistimewa
laki-laki yang dijodohkan olehnya.Dia hanya anak laki-laki yang lahir dari
keluarga biasa yang sangat sederhana.Vanilla sadar itu,tapi dia sangat
mencintainya.Walau banyak sekali perbedaan diantara mereka.Huh…,dalam hatinya
selalu mengatakan,sial mengapa aku harus lahir dari keluarga aneh seperti ini.
“Tanta,dimana
kamu?mengapa kamu belum datang juga?”gumam Vanilla gelisah.
Nyatanya dia sedang
menunggu kekasihnya itu muncul di balik jendela kamar Vanilla.Karena hanya
jendela itu satu-satunya media untuk mereka saling bertatap muka.Sungguh,ironis
memang jika harus di bayangkan.
Tentu
saja,laki-laki yang Vanilla cintai adalah Tanta.Selama ini,kesedihan Vanilla
bisa mereda karena kehadiran Tanta yang membawa ketenangan dan kadang juga
kekonyolannya yang seperti anak kecil.Menurutnya,Tanta adalah alasan bagi
Vanilla untuk tetap tegar dalam menghadapi kesulitan jalan hidupnya saat
ini.Dia tahu,Tanta tidak akan mungkin diterima dalam keluarga besarnya.Terlebih
lagi jika mereka tahu jika selama ini mereka menjalin hubungan diam-diam di
belkang mereka.Memang,tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.Tapi Vanilla
cukup mengerti jika ia sudah ditakdirkan untuk memaksakan diri mencintai orang
yang sama sekali tidak dicintainnya.Bukankah begitu?ini sudah garis takdir
Tuhan yang tak bisa siapapun mengubahnya.Dalam do`anya,ia berharap takdir yang
akan menimpanya,itu yang akan menuntun Vanilla menuju kebahagiaan yang selama
ini hilang.Ya,semoga!Tiba-tiba dalam lamunan yang cukup sendu itu, ia mendengar
suara yang tak asing lagi di telinga Vanilla.Benar,itu Tanta.Sudah hampir
petang,ia baru datang.Menyebalkan.
“Kamu
kenapa lama sekali?aku sudah menunggumu dari tadi.”katanya dengan nada kesal.
“Iya,iya
aku minta maaf tuan putri!tadi aku sedang sibuk membersihkan
peternakan.”sanggahnya.Vanilla hanya diam tak memberikan isyarat apapun untuk
permintamaafan Tanta.Laki-laki itu tahu,jika dirinya diam tandanya lemparan
maaf sudah mendarat pada Tanta.
“Vanilla,ayo
keluar!disini saljunya sangat banyak dan indah.Pasti kamu suka!”ajaknya
tiba-tiba
“Kamu
gila ya?kamu ngajak aku keluar.Itu tandanya sama saja kamu membangunkan macan
tidur.Jangan macam-macam deh!”Dasar Tanta!apa dia tak tahu betapa Vanilla
sangat mencintainya dan tak ingin kehilangan laki-laki super beruntung
itu.Sepertinya dia tak berfikir hingga sejauh itu,memang kadang-kadang Vanilla
geram dengan kekonyolan kekasihnya itu.
“Ayolah
sayang!kamu tenang saja,semua keluargamu sedang pergi.Mereka semua tidak ada di
rumah.Jadi keluarlah setidaknya untuk beberapa menit saja.”rayunya sambil
memasang wajah berharap.
Sekarang mau bagimana
lagi?Vanilla tak pernah suka ketika harus melihat wajah Tanta seperti
itu.Mungkin dia benar,saat ini tak ada dirumah.Mengapa?apa salahnya jika harus
keluar sebentar.Toh nanti saat Vanilla menikah,dia akan menikmati dunia
luar.Tak akan selamanya dia harus terkurung di tahanan itu.Baiklah,dengan
persaaan antara bimbang dan takut menghiasi wajah mungilnya.Yang pada
akhirnya,ia mengiyakan ajakan Tanta.
Bergegas,Vanilla
turun dari kamarnya yang berada di lantai kedua menuju lantai dasar.Dia
melangkah perlahan menuju pintu sambil seseklai matanya tak berkedip mengamati
kondisi sekeliling rumah.Ya Tuhan,jantungnya tak berhenti berdetak menandakan
ia sangat ketakutan.Apa jadinya jika tiba-tiba ada yang mempergokinya saat itu
juga,namun semua itu hanya sekedar kecemasannya saja.Tak terasa,langkah kecil
Vanilla sudah berdiri tegak di hadapan pintu besar berwarna emas yang begitu
menakjubkan,tapi itu biasa saja bagi seorang Vanilla.Syukurlah,pintu tidak
dikunci.Dengan cepat ia membuka pintu dengan sangat hati-hati,jangan sampai
pelayan-pelayan yang masih di rumah melihatnya.Tubuh mungilnya mendadak
melayang karena hempasan angin salju yang sangat menusuk tulang.Ini sebuah
keajaiban,belum pernah ia merasakan salju sedahsyat ini.Luar biasa!dia masih
tak percaya jika sekarang ia menginjakkan kakinya di atas salju.
“Ya
Tuhan,ini indah sekali.Sungguh,tak peduli walau aku hanya menikmati ini dalam
hitungan detik saja.Tapi aku sangat bahagia.Kau tahu?aku tak pernah sebahagia
ini Tuhan.”gerutunya tak habis-habis.Seakan-akan ia baru saja terlahir kembali
ke dunia.
Belum
habis menerbangkan angan-angannya setinggi langit,Tanta datang menampakkan
wajah konyolnya tepat di hadapan Vanilla.Uhhh…,sedang asyik-asyiknya menikmati
hamparan salju yang mengenai tubuhnya yang tertutupi jaket tebal itu.Dan
semuanya harus buyar karena wajah Tanta yang sama sekali tidak Vanilla
harapkan.Achhh…,mungkin dalam hatinya ia masih bertanya-tanya,bagaimana mungkin
laki-laki ini menjadi kekasihnya yang sangat dipuja-puja.
“Ngelamun
aja disini!ayo ikut aku!”ajaknya sambil memegang tangan kanan Vanilla dan
menuntunnya ke halaman depan rumah yang begitu luas.Tidak tahu harus berkata
apa lagi,ini benar-benar tak bisa dibayangkan olehnya.Salju dimana-mana
mengelilingi sekitar pandangannya yang berbinar-binar.Seketika itu Vanilla
mengalihkan pandangannya pada Tanta yang sedari tadi juga memandanginya
bahagia.
Ya,dia
sangat bahagia untuk waktu yang singkat ini.Karena mungkin sebentar lagi,ia
akan terkurung kembali di tahanan itu.Mengerikan!Lelah rasanya harus
membayangkan itu semua.Di sisi lain.dia sangat beruntung memiliki malaikan
seperti Tanta.Dia mungkin tak sempurna,namun di mata Vanilla,dia adalah
pelindungnya yang kelak akan membawanya pergi menuju dunia baru ditemani oleh
salju-salju itu.
14
“Aku tahu ini
sulit,tapi kamu harus tahu.Sampai kapan pun kamu tetap yang berada di
hatiku.Selamanya!walau kita sangat berbeda dan tak mungkin bersatu.Namun kamu
harus pegang janjiku.Kita akan bersama di hari dimana Tuhan telah memberikan
kita tempat terindahnya.Salju-salju ini saksinya.”mata Tanta begitu bersinar
menandakan ia benar-nenar mencintai gadisnya itu.
Mendengar itu
semua,Vanilla hanya pasrah dalam hati sambil menganggukan kepala tanda ia akan
menunggu janji Tanta.Bagai drama korea,mereka saling berpelukan di bawah hujan
salju yang deras.Sungguh,ini sangat romantis bagi siapapun yang melihat.Saat
Vanilla menikmati hangatnya pelukan itu,tiba-tiba tanpa ia dan Tanta sadari
sekumpulan orang yang tak asing bagi mereka menatap sinis penuh
kebencian.Mereka berdiri rapih di hadapan dua pasang kekasih yang sedang
dimabuk asamara ini,seakan-akan mereka siap untuk bertempur.Astaga!keluarga
Vanilla sudah kembali.Baiklah,Vanilla tidak
tahu ini akan berakhir sampai dimana.Habis sudah riwayat mereka,Vanilla
tahu benar apa yang akan dilakukan keluarganya,namun disamping itu,ia memohon
keajaiban pada Tuhan.Semoga mimpi buruk ini berakhir.
“Waw!hebat!Jadi
kamu sudah berani melanggar perintah Vanilla?”tanya ibunya seringai.Vanilla
ketakutan,hingga ia sama sekali tidak bisa berpikir harus jawab apa.
“Maaf
bu!ini semua salah aku bukan Tanta.Aku mohon jangan hukum dia bu!”pintanya
memelas.
Sayangnya
tak ada gunanya sama sekali,saat ini apapun yang diucapkan Vanilla hanya
menjadi angin lalu bagi Ibunya.Jika boleh jujur,ia sangat tidak menginginkan
takdir Tuhan ini sejak tangisan pertamanya didengar oleh dunia.
“Sekarang
kamu pilih!kamu pergi dari kota ini atau kamu akan melihat Vanilla terkurung
dalam penjara istana karena perbuatannya?”Vanilla ataupun Tanta tak kaget lagi
melihat pertanyaan Ibu Vanilla itu,sebab mereka sudah tahu ini akan
terjadi.Seketika suasana menjadi hening tak bergeming,hanya semilir angin dan
gemerciknya hujan salju yang menjadi saksi bisu.
“Saya
mencintai putri anda,saya tidak menginginkan kekasih saya disakiti.Saya ingin
dia bahagia,jadi saya putuskan untuk pergi dari kota ini selamanya.”ucap Tanta
membuat semua orang merasa puas akan jawabannya.Tapi tidak untuk Vanilla,ia
sangat terkejut dan seolah tak sudi melepaskan satu-satunya kebahagiaannya
itu.Sayang,dia tak bisa berbuat apa-apa.Mungkin sudah seharusnya dia menerima
semua jalan yang tak sama sekali ia kehendaki.
“Vanilla,aku pergi.Jaga
dirimu baik-baik.Dan cobalah untuk mencintai jodohmu itu.Lakukan itu demi aku
yang mencintaimu.”ucapnya sekali lagi dan mungkin itu adalah kata-kata
perpisahan untuk Vanilla.Entah ini adil atau tidak bagi hidupnya.
Ini
yang terbaik,Vanilla harus kehilangan cinta pertamanya.Dan demi cintanya pada
lelaki itu,ia berjanji akan mencintai laki-laki yang dijodohkannya.Walau
berat,namun inilah cinta yang berurai dengan pengorbanan.Yah,setidaknya dia
dapat merasakan salju itu untuk pertama kalinya dengan cinta pertamanya.
Baginya,Tanta
adalah salju di sudut kota yang selalu terukir namanya di sisi hati dan
tersimpan rapat untuk kenangan yang indah.Selamanya…
~SELESAI~