Kamis, 26 Januari 2017

Cerpen romantis



SALJU DI SUDUT KOTA
Karya Amelia Wahyu Pithessa
            Hari ini hari yang cerah bukan?Menurutku inilah saatnya dia menikmati apa yang sudah Tuhan ciptakan di luar sana.Dia harus melihat keindahan itu yang selama ini hanya dianggap sebagai biang keladi masalah.Bagi dirinya,tak ada yang bisa memberikan senyuman di wajah mungil seorang gadis rumahan ini,kecuali salju yang turun disetiap musimnya.Menjadi teman setianya dalam kesepian.Setiap hari,tanpa waktu yang tak tentu.Ia melukiskan kesepian hatinya dalam sebuah goresan warna di kertas putih.Sudah banyak sekali lukisan yang ia ciptakan memenuhi seisi kamar besarnya.Mimpinya sederhana,gadis yang memiliki nama Vanilla ini hanya ingin keluar merasakan langsung dinginnya salju membisik halus di tubunya.Namun rasanya itu tidak akan mungkin.
            Vanilla,dia tak lebih dari sekedar tahanan paling beruntung di dunia.Karena terkurung di di dalam rumah mewah bak istana.Seorang putri raja tak seharusnya memilki nasib seperti rakyat jelata yang sejak lama ia alami.Dan dia gadis yang sangat beruntung disbanding gadis lainnya.Coba bayangkan,apapun yang ia inginkan tak pernah tak terpenuhi.Ia diperlakukan layaknya seorang nyonya besar,pelayannya yang setia memanjakan majikannya.Namun semua itu tak bisa membuatnya bahagia secara utuh.Justru dia iri melihat gadis-gadis desa itu bebas bermain diluar melihat salju-salju yang berguguran.Ya,tak sepertinya yang terkurung bagai burung dalam sangkar.Tak ada celah sama sekali untuknya bisa keluar rumah.Vanilla lahir dari keluarga kerajaan terhormat dan sangat kaya raya.Vanilla dan keluarganya adalah seorang bangsawan yang sangat memegang erat teguh tradisi dan aturan kerajaan yang harus dipatuhi.Salah satunya adalah,semua anak perempuan yang lahir dari keturunan raja,mereka tidak boleh keluar rumah dan mengenal dunia luar dari lahir hingga mereka menikah.Jika anak perempuan itu keluar karena ajakan seseorang,maka orang itu akan diasingkan dari wilayah desa dan istana tanpa ampun.Ya,itulah alasan Vanilla tak memilki nyali besar untuk ke luar rumah,sekarang dan mungkin untuk selamanya dia tak akan bisa merasakan indahnya ciptaan Tuhan.Karena apa?karena dia tak mau menikah dengan orang yang dijodohkan oleh keluarganya,yang sama sekali tak Vanilla cintai.Sebab dia berpikir hanya ada satu laki-laki yang ia cintai,laki-laki itu tak seistimewa laki-laki yang dijodohkan olehnya.Dia hanya anak laki-laki yang lahir dari keluarga biasa yang sangat sederhana.Vanilla sadar itu,tapi dia sangat mencintainya.Walau banyak sekali perbedaan diantara mereka.Huh…,dalam hatinya selalu mengatakan,sial mengapa aku harus lahir dari keluarga aneh seperti ini.

                                                                                                                                                       
            “Tanta,dimana kamu?mengapa kamu belum datang juga?”gumam Vanilla gelisah.
Nyatanya dia sedang menunggu kekasihnya itu muncul di balik jendela kamar Vanilla.Karena hanya jendela itu satu-satunya media untuk mereka saling bertatap muka.Sungguh,ironis memang jika harus di bayangkan.
            Tentu saja,laki-laki yang Vanilla cintai adalah Tanta.Selama ini,kesedihan Vanilla bisa mereda karena kehadiran Tanta yang membawa ketenangan dan kadang juga kekonyolannya yang seperti anak kecil.Menurutnya,Tanta adalah alasan bagi Vanilla untuk tetap tegar dalam menghadapi kesulitan jalan hidupnya saat ini.Dia tahu,Tanta tidak akan mungkin diterima dalam keluarga besarnya.Terlebih lagi jika mereka tahu jika selama ini mereka menjalin hubungan diam-diam di belkang mereka.Memang,tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.Tapi Vanilla cukup mengerti jika ia sudah ditakdirkan untuk memaksakan diri mencintai orang yang sama sekali tidak dicintainnya.Bukankah begitu?ini sudah garis takdir Tuhan yang tak bisa siapapun mengubahnya.Dalam do`anya,ia berharap takdir yang akan menimpanya,itu yang akan menuntun Vanilla menuju kebahagiaan yang selama ini hilang.Ya,semoga!Tiba-tiba dalam lamunan yang cukup sendu itu, ia mendengar suara yang tak asing lagi di telinga Vanilla.Benar,itu Tanta.Sudah hampir petang,ia baru datang.Menyebalkan.
            “Kamu kenapa lama sekali?aku sudah menunggumu dari tadi.”katanya dengan nada kesal.
            “Iya,iya aku minta maaf tuan putri!tadi aku sedang sibuk membersihkan peternakan.”sanggahnya.Vanilla hanya diam tak memberikan isyarat apapun untuk permintamaafan Tanta.Laki-laki itu tahu,jika dirinya diam tandanya lemparan maaf sudah mendarat pada Tanta.
            “Vanilla,ayo keluar!disini saljunya sangat banyak dan indah.Pasti kamu suka!”ajaknya tiba-tiba
            “Kamu gila ya?kamu ngajak aku keluar.Itu tandanya sama saja kamu membangunkan macan tidur.Jangan macam-macam deh!”Dasar Tanta!apa dia tak tahu betapa Vanilla sangat mencintainya dan tak ingin kehilangan laki-laki super beruntung itu.Sepertinya dia tak berfikir hingga sejauh itu,memang kadang-kadang Vanilla geram dengan kekonyolan kekasihnya itu.
            “Ayolah sayang!kamu tenang saja,semua keluargamu sedang pergi.Mereka semua tidak ada di rumah.Jadi keluarlah setidaknya untuk beberapa menit saja.”rayunya sambil memasang wajah berharap.

                                                                                                                                                    
Sekarang mau bagimana lagi?Vanilla tak pernah suka ketika harus melihat wajah Tanta seperti itu.Mungkin dia benar,saat ini tak ada dirumah.Mengapa?apa salahnya jika harus keluar sebentar.Toh nanti saat Vanilla menikah,dia akan menikmati dunia luar.Tak akan selamanya dia harus terkurung di tahanan itu.Baiklah,dengan persaaan antara bimbang dan takut menghiasi wajah mungilnya.Yang pada akhirnya,ia mengiyakan ajakan Tanta.
            Bergegas,Vanilla turun dari kamarnya yang berada di lantai kedua menuju lantai dasar.Dia melangkah perlahan menuju pintu sambil seseklai matanya tak berkedip mengamati kondisi sekeliling rumah.Ya Tuhan,jantungnya tak berhenti berdetak menandakan ia sangat ketakutan.Apa jadinya jika tiba-tiba ada yang mempergokinya saat itu juga,namun semua itu hanya sekedar kecemasannya saja.Tak terasa,langkah kecil Vanilla sudah berdiri tegak di hadapan pintu besar berwarna emas yang begitu menakjubkan,tapi itu biasa saja bagi seorang Vanilla.Syukurlah,pintu tidak dikunci.Dengan cepat ia membuka pintu dengan sangat hati-hati,jangan sampai pelayan-pelayan yang masih di rumah melihatnya.Tubuh mungilnya mendadak melayang karena hempasan angin salju yang sangat menusuk tulang.Ini sebuah keajaiban,belum pernah ia merasakan salju sedahsyat ini.Luar biasa!dia masih tak percaya jika sekarang ia menginjakkan kakinya di atas salju.
            “Ya Tuhan,ini indah sekali.Sungguh,tak peduli walau aku hanya menikmati ini dalam hitungan detik saja.Tapi aku sangat bahagia.Kau tahu?aku tak pernah sebahagia ini Tuhan.”gerutunya tak habis-habis.Seakan-akan ia baru saja terlahir kembali ke dunia.
            Belum habis menerbangkan angan-angannya setinggi langit,Tanta datang menampakkan wajah konyolnya tepat di hadapan Vanilla.Uhhh…,sedang asyik-asyiknya menikmati hamparan salju yang mengenai tubuhnya yang tertutupi jaket tebal itu.Dan semuanya harus buyar karena wajah Tanta yang sama sekali tidak Vanilla harapkan.Achhh…,mungkin dalam hatinya ia masih bertanya-tanya,bagaimana mungkin laki-laki ini menjadi kekasihnya yang sangat dipuja-puja.
            “Ngelamun aja disini!ayo ikut aku!”ajaknya sambil memegang tangan kanan Vanilla dan menuntunnya ke halaman depan rumah yang begitu luas.Tidak tahu harus berkata apa lagi,ini benar-benar tak bisa dibayangkan olehnya.Salju dimana-mana mengelilingi sekitar pandangannya yang berbinar-binar.Seketika itu Vanilla mengalihkan pandangannya pada Tanta yang sedari tadi juga memandanginya bahagia.
            Ya,dia sangat bahagia untuk waktu yang singkat ini.Karena mungkin sebentar lagi,ia akan terkurung kembali di tahanan itu.Mengerikan!Lelah rasanya harus membayangkan itu semua.Di sisi lain.dia sangat beruntung memiliki malaikan seperti Tanta.Dia mungkin tak sempurna,namun di mata Vanilla,dia adalah pelindungnya yang kelak akan membawanya pergi menuju dunia baru ditemani oleh salju-salju itu.
                                                                                                                                                        14
“Aku tahu ini sulit,tapi kamu harus tahu.Sampai kapan pun kamu tetap yang berada di hatiku.Selamanya!walau kita sangat berbeda dan tak mungkin bersatu.Namun kamu harus pegang janjiku.Kita akan bersama di hari dimana Tuhan telah memberikan kita tempat terindahnya.Salju-salju ini saksinya.”mata Tanta begitu bersinar menandakan ia benar-nenar mencintai gadisnya itu.
Mendengar itu semua,Vanilla hanya pasrah dalam hati sambil menganggukan kepala tanda ia akan menunggu janji Tanta.Bagai drama korea,mereka saling berpelukan di bawah hujan salju yang deras.Sungguh,ini sangat romantis bagi siapapun yang melihat.Saat Vanilla menikmati hangatnya pelukan itu,tiba-tiba tanpa ia dan Tanta sadari sekumpulan orang yang tak asing bagi mereka menatap sinis penuh kebencian.Mereka berdiri rapih di hadapan dua pasang kekasih yang sedang dimabuk asamara ini,seakan-akan mereka siap untuk bertempur.Astaga!keluarga Vanilla sudah kembali.Baiklah,Vanilla tidak  tahu ini akan berakhir sampai dimana.Habis sudah riwayat mereka,Vanilla tahu benar apa yang akan dilakukan keluarganya,namun disamping itu,ia memohon keajaiban pada Tuhan.Semoga mimpi buruk ini berakhir.
            “Waw!hebat!Jadi kamu sudah berani melanggar perintah Vanilla?”tanya ibunya seringai.Vanilla ketakutan,hingga ia sama sekali tidak bisa berpikir harus jawab apa.
            “Maaf bu!ini semua salah aku bukan Tanta.Aku mohon jangan hukum dia bu!”pintanya memelas.
            Sayangnya tak ada gunanya sama sekali,saat ini apapun yang diucapkan Vanilla hanya menjadi angin lalu bagi Ibunya.Jika boleh jujur,ia sangat tidak menginginkan takdir Tuhan ini sejak tangisan pertamanya didengar oleh dunia.
            “Sekarang kamu pilih!kamu pergi dari kota ini atau kamu akan melihat Vanilla terkurung dalam penjara istana karena perbuatannya?”Vanilla ataupun Tanta tak kaget lagi melihat pertanyaan Ibu Vanilla itu,sebab mereka sudah tahu ini akan terjadi.Seketika suasana menjadi hening tak bergeming,hanya semilir angin dan gemerciknya hujan salju yang menjadi saksi bisu.
            “Saya mencintai putri anda,saya tidak menginginkan kekasih saya disakiti.Saya ingin dia bahagia,jadi saya putuskan untuk pergi dari kota ini selamanya.”ucap Tanta membuat semua orang merasa puas akan jawabannya.Tapi tidak untuk Vanilla,ia sangat terkejut dan seolah tak sudi melepaskan satu-satunya kebahagiaannya itu.Sayang,dia tak bisa berbuat apa-apa.Mungkin sudah seharusnya dia menerima semua jalan yang tak sama sekali ia kehendaki.
           
                                                                                                                                                         “Vanilla,aku pergi.Jaga dirimu baik-baik.Dan cobalah untuk mencintai jodohmu itu.Lakukan itu demi aku yang mencintaimu.”ucapnya sekali lagi dan mungkin itu adalah kata-kata perpisahan untuk Vanilla.Entah ini adil atau tidak bagi hidupnya.
            Ini yang terbaik,Vanilla harus kehilangan cinta pertamanya.Dan demi cintanya pada lelaki itu,ia berjanji akan mencintai laki-laki yang dijodohkannya.Walau berat,namun inilah cinta yang berurai dengan pengorbanan.Yah,setidaknya dia dapat merasakan salju itu untuk pertama kalinya dengan cinta pertamanya.
            Baginya,Tanta adalah salju di sudut kota yang selalu terukir namanya di sisi hati dan tersimpan rapat untuk kenangan yang indah.Selamanya…





~SELESAI~