Kamis, 26 Januari 2017

Cerpen romantis



SALJU DI SUDUT KOTA
Karya Amelia Wahyu Pithessa
            Hari ini hari yang cerah bukan?Menurutku inilah saatnya dia menikmati apa yang sudah Tuhan ciptakan di luar sana.Dia harus melihat keindahan itu yang selama ini hanya dianggap sebagai biang keladi masalah.Bagi dirinya,tak ada yang bisa memberikan senyuman di wajah mungil seorang gadis rumahan ini,kecuali salju yang turun disetiap musimnya.Menjadi teman setianya dalam kesepian.Setiap hari,tanpa waktu yang tak tentu.Ia melukiskan kesepian hatinya dalam sebuah goresan warna di kertas putih.Sudah banyak sekali lukisan yang ia ciptakan memenuhi seisi kamar besarnya.Mimpinya sederhana,gadis yang memiliki nama Vanilla ini hanya ingin keluar merasakan langsung dinginnya salju membisik halus di tubunya.Namun rasanya itu tidak akan mungkin.
            Vanilla,dia tak lebih dari sekedar tahanan paling beruntung di dunia.Karena terkurung di di dalam rumah mewah bak istana.Seorang putri raja tak seharusnya memilki nasib seperti rakyat jelata yang sejak lama ia alami.Dan dia gadis yang sangat beruntung disbanding gadis lainnya.Coba bayangkan,apapun yang ia inginkan tak pernah tak terpenuhi.Ia diperlakukan layaknya seorang nyonya besar,pelayannya yang setia memanjakan majikannya.Namun semua itu tak bisa membuatnya bahagia secara utuh.Justru dia iri melihat gadis-gadis desa itu bebas bermain diluar melihat salju-salju yang berguguran.Ya,tak sepertinya yang terkurung bagai burung dalam sangkar.Tak ada celah sama sekali untuknya bisa keluar rumah.Vanilla lahir dari keluarga kerajaan terhormat dan sangat kaya raya.Vanilla dan keluarganya adalah seorang bangsawan yang sangat memegang erat teguh tradisi dan aturan kerajaan yang harus dipatuhi.Salah satunya adalah,semua anak perempuan yang lahir dari keturunan raja,mereka tidak boleh keluar rumah dan mengenal dunia luar dari lahir hingga mereka menikah.Jika anak perempuan itu keluar karena ajakan seseorang,maka orang itu akan diasingkan dari wilayah desa dan istana tanpa ampun.Ya,itulah alasan Vanilla tak memilki nyali besar untuk ke luar rumah,sekarang dan mungkin untuk selamanya dia tak akan bisa merasakan indahnya ciptaan Tuhan.Karena apa?karena dia tak mau menikah dengan orang yang dijodohkan oleh keluarganya,yang sama sekali tak Vanilla cintai.Sebab dia berpikir hanya ada satu laki-laki yang ia cintai,laki-laki itu tak seistimewa laki-laki yang dijodohkan olehnya.Dia hanya anak laki-laki yang lahir dari keluarga biasa yang sangat sederhana.Vanilla sadar itu,tapi dia sangat mencintainya.Walau banyak sekali perbedaan diantara mereka.Huh…,dalam hatinya selalu mengatakan,sial mengapa aku harus lahir dari keluarga aneh seperti ini.

                                                                                                                                                       
            “Tanta,dimana kamu?mengapa kamu belum datang juga?”gumam Vanilla gelisah.
Nyatanya dia sedang menunggu kekasihnya itu muncul di balik jendela kamar Vanilla.Karena hanya jendela itu satu-satunya media untuk mereka saling bertatap muka.Sungguh,ironis memang jika harus di bayangkan.
            Tentu saja,laki-laki yang Vanilla cintai adalah Tanta.Selama ini,kesedihan Vanilla bisa mereda karena kehadiran Tanta yang membawa ketenangan dan kadang juga kekonyolannya yang seperti anak kecil.Menurutnya,Tanta adalah alasan bagi Vanilla untuk tetap tegar dalam menghadapi kesulitan jalan hidupnya saat ini.Dia tahu,Tanta tidak akan mungkin diterima dalam keluarga besarnya.Terlebih lagi jika mereka tahu jika selama ini mereka menjalin hubungan diam-diam di belkang mereka.Memang,tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.Tapi Vanilla cukup mengerti jika ia sudah ditakdirkan untuk memaksakan diri mencintai orang yang sama sekali tidak dicintainnya.Bukankah begitu?ini sudah garis takdir Tuhan yang tak bisa siapapun mengubahnya.Dalam do`anya,ia berharap takdir yang akan menimpanya,itu yang akan menuntun Vanilla menuju kebahagiaan yang selama ini hilang.Ya,semoga!Tiba-tiba dalam lamunan yang cukup sendu itu, ia mendengar suara yang tak asing lagi di telinga Vanilla.Benar,itu Tanta.Sudah hampir petang,ia baru datang.Menyebalkan.
            “Kamu kenapa lama sekali?aku sudah menunggumu dari tadi.”katanya dengan nada kesal.
            “Iya,iya aku minta maaf tuan putri!tadi aku sedang sibuk membersihkan peternakan.”sanggahnya.Vanilla hanya diam tak memberikan isyarat apapun untuk permintamaafan Tanta.Laki-laki itu tahu,jika dirinya diam tandanya lemparan maaf sudah mendarat pada Tanta.
            “Vanilla,ayo keluar!disini saljunya sangat banyak dan indah.Pasti kamu suka!”ajaknya tiba-tiba
            “Kamu gila ya?kamu ngajak aku keluar.Itu tandanya sama saja kamu membangunkan macan tidur.Jangan macam-macam deh!”Dasar Tanta!apa dia tak tahu betapa Vanilla sangat mencintainya dan tak ingin kehilangan laki-laki super beruntung itu.Sepertinya dia tak berfikir hingga sejauh itu,memang kadang-kadang Vanilla geram dengan kekonyolan kekasihnya itu.
            “Ayolah sayang!kamu tenang saja,semua keluargamu sedang pergi.Mereka semua tidak ada di rumah.Jadi keluarlah setidaknya untuk beberapa menit saja.”rayunya sambil memasang wajah berharap.

                                                                                                                                                    
Sekarang mau bagimana lagi?Vanilla tak pernah suka ketika harus melihat wajah Tanta seperti itu.Mungkin dia benar,saat ini tak ada dirumah.Mengapa?apa salahnya jika harus keluar sebentar.Toh nanti saat Vanilla menikah,dia akan menikmati dunia luar.Tak akan selamanya dia harus terkurung di tahanan itu.Baiklah,dengan persaaan antara bimbang dan takut menghiasi wajah mungilnya.Yang pada akhirnya,ia mengiyakan ajakan Tanta.
            Bergegas,Vanilla turun dari kamarnya yang berada di lantai kedua menuju lantai dasar.Dia melangkah perlahan menuju pintu sambil seseklai matanya tak berkedip mengamati kondisi sekeliling rumah.Ya Tuhan,jantungnya tak berhenti berdetak menandakan ia sangat ketakutan.Apa jadinya jika tiba-tiba ada yang mempergokinya saat itu juga,namun semua itu hanya sekedar kecemasannya saja.Tak terasa,langkah kecil Vanilla sudah berdiri tegak di hadapan pintu besar berwarna emas yang begitu menakjubkan,tapi itu biasa saja bagi seorang Vanilla.Syukurlah,pintu tidak dikunci.Dengan cepat ia membuka pintu dengan sangat hati-hati,jangan sampai pelayan-pelayan yang masih di rumah melihatnya.Tubuh mungilnya mendadak melayang karena hempasan angin salju yang sangat menusuk tulang.Ini sebuah keajaiban,belum pernah ia merasakan salju sedahsyat ini.Luar biasa!dia masih tak percaya jika sekarang ia menginjakkan kakinya di atas salju.
            “Ya Tuhan,ini indah sekali.Sungguh,tak peduli walau aku hanya menikmati ini dalam hitungan detik saja.Tapi aku sangat bahagia.Kau tahu?aku tak pernah sebahagia ini Tuhan.”gerutunya tak habis-habis.Seakan-akan ia baru saja terlahir kembali ke dunia.
            Belum habis menerbangkan angan-angannya setinggi langit,Tanta datang menampakkan wajah konyolnya tepat di hadapan Vanilla.Uhhh…,sedang asyik-asyiknya menikmati hamparan salju yang mengenai tubuhnya yang tertutupi jaket tebal itu.Dan semuanya harus buyar karena wajah Tanta yang sama sekali tidak Vanilla harapkan.Achhh…,mungkin dalam hatinya ia masih bertanya-tanya,bagaimana mungkin laki-laki ini menjadi kekasihnya yang sangat dipuja-puja.
            “Ngelamun aja disini!ayo ikut aku!”ajaknya sambil memegang tangan kanan Vanilla dan menuntunnya ke halaman depan rumah yang begitu luas.Tidak tahu harus berkata apa lagi,ini benar-benar tak bisa dibayangkan olehnya.Salju dimana-mana mengelilingi sekitar pandangannya yang berbinar-binar.Seketika itu Vanilla mengalihkan pandangannya pada Tanta yang sedari tadi juga memandanginya bahagia.
            Ya,dia sangat bahagia untuk waktu yang singkat ini.Karena mungkin sebentar lagi,ia akan terkurung kembali di tahanan itu.Mengerikan!Lelah rasanya harus membayangkan itu semua.Di sisi lain.dia sangat beruntung memiliki malaikan seperti Tanta.Dia mungkin tak sempurna,namun di mata Vanilla,dia adalah pelindungnya yang kelak akan membawanya pergi menuju dunia baru ditemani oleh salju-salju itu.
                                                                                                                                                        14
“Aku tahu ini sulit,tapi kamu harus tahu.Sampai kapan pun kamu tetap yang berada di hatiku.Selamanya!walau kita sangat berbeda dan tak mungkin bersatu.Namun kamu harus pegang janjiku.Kita akan bersama di hari dimana Tuhan telah memberikan kita tempat terindahnya.Salju-salju ini saksinya.”mata Tanta begitu bersinar menandakan ia benar-nenar mencintai gadisnya itu.
Mendengar itu semua,Vanilla hanya pasrah dalam hati sambil menganggukan kepala tanda ia akan menunggu janji Tanta.Bagai drama korea,mereka saling berpelukan di bawah hujan salju yang deras.Sungguh,ini sangat romantis bagi siapapun yang melihat.Saat Vanilla menikmati hangatnya pelukan itu,tiba-tiba tanpa ia dan Tanta sadari sekumpulan orang yang tak asing bagi mereka menatap sinis penuh kebencian.Mereka berdiri rapih di hadapan dua pasang kekasih yang sedang dimabuk asamara ini,seakan-akan mereka siap untuk bertempur.Astaga!keluarga Vanilla sudah kembali.Baiklah,Vanilla tidak  tahu ini akan berakhir sampai dimana.Habis sudah riwayat mereka,Vanilla tahu benar apa yang akan dilakukan keluarganya,namun disamping itu,ia memohon keajaiban pada Tuhan.Semoga mimpi buruk ini berakhir.
            “Waw!hebat!Jadi kamu sudah berani melanggar perintah Vanilla?”tanya ibunya seringai.Vanilla ketakutan,hingga ia sama sekali tidak bisa berpikir harus jawab apa.
            “Maaf bu!ini semua salah aku bukan Tanta.Aku mohon jangan hukum dia bu!”pintanya memelas.
            Sayangnya tak ada gunanya sama sekali,saat ini apapun yang diucapkan Vanilla hanya menjadi angin lalu bagi Ibunya.Jika boleh jujur,ia sangat tidak menginginkan takdir Tuhan ini sejak tangisan pertamanya didengar oleh dunia.
            “Sekarang kamu pilih!kamu pergi dari kota ini atau kamu akan melihat Vanilla terkurung dalam penjara istana karena perbuatannya?”Vanilla ataupun Tanta tak kaget lagi melihat pertanyaan Ibu Vanilla itu,sebab mereka sudah tahu ini akan terjadi.Seketika suasana menjadi hening tak bergeming,hanya semilir angin dan gemerciknya hujan salju yang menjadi saksi bisu.
            “Saya mencintai putri anda,saya tidak menginginkan kekasih saya disakiti.Saya ingin dia bahagia,jadi saya putuskan untuk pergi dari kota ini selamanya.”ucap Tanta membuat semua orang merasa puas akan jawabannya.Tapi tidak untuk Vanilla,ia sangat terkejut dan seolah tak sudi melepaskan satu-satunya kebahagiaannya itu.Sayang,dia tak bisa berbuat apa-apa.Mungkin sudah seharusnya dia menerima semua jalan yang tak sama sekali ia kehendaki.
           
                                                                                                                                                         “Vanilla,aku pergi.Jaga dirimu baik-baik.Dan cobalah untuk mencintai jodohmu itu.Lakukan itu demi aku yang mencintaimu.”ucapnya sekali lagi dan mungkin itu adalah kata-kata perpisahan untuk Vanilla.Entah ini adil atau tidak bagi hidupnya.
            Ini yang terbaik,Vanilla harus kehilangan cinta pertamanya.Dan demi cintanya pada lelaki itu,ia berjanji akan mencintai laki-laki yang dijodohkannya.Walau berat,namun inilah cinta yang berurai dengan pengorbanan.Yah,setidaknya dia dapat merasakan salju itu untuk pertama kalinya dengan cinta pertamanya.
            Baginya,Tanta adalah salju di sudut kota yang selalu terukir namanya di sisi hati dan tersimpan rapat untuk kenangan yang indah.Selamanya…





~SELESAI~

Minggu, 30 Oktober 2016

Puisi Cinta

SUARA KEKASIH
Mendung datang tak bermentari
Menandakan dia sudah pergi,dan tak akan kembali
Pelangi bermegakan cahaya
Namun tak kan jua menjemputnya tuk disisiku lagi
Setelah sekian lama aku menunggu pada hati yang suram
Jiwa ini seakan menyapa yang tidak ada
Pesanku tak terbalaskan
Rinduku hanya rasa yang terlupakan
Jeratan penyesalan itu tak lagi kujadikan alasan untuk menangis
Menagapa?
Mengapa kau meninggalkan cinta yang sedang terluka?
Mengapa kau khianati aku yang mencintaimu?
Tak ada sekalipun kau menanyakan kabarku
Tak ada sekalipun kau menyapaku walau dalam mimpi
Kini...aku tak bisa melihat wajah kekasihku yang entah dimana...

Langit kian gelap
Menjemput bahagia yang kian tertelan oleh waktu dan mimpi buruk semalam
Senyumku kian meredup bersama matahari yang menjelma menjadi rembulan
Membawa kisah baru untuk cinta selanjutnya
Tapi cinta itu bukan aku
Rasa yang dulu pernah ada
Kusisihkan dalam rinaian hujan yang kini terlanjur membisu
Membawa kenangan dan cinta 
Antara aku dan kekasihku

Kudengar sayup-sayup suara kekasihku dari kejauhan
Tuhan...
Apa ini artinya semua telah berakhir
Dia tersenyum padaku
Wajahnya yang seakan membawa cahaya kehidupan baru
Bersama cahaya itu dia pergi dengan lambaian tangan tanda perpisahan
Perpsahanku bersamanya dalam mimpi yang tak akan ku lupakan 
Sampai kutemukan lagi suara kekasih dari kisah yang baru
 
 

Sabtu, 29 Oktober 2016

Cerpen Romansa



                        TANDA MAAF
                                                
            Namaku Angelica Nugroho,tapi mereka yang mengenalku biasa memanggil aku Angel.Saat ini,tepatnya tanggal 5 Januari aku berusia 17 tahun.Akhirnya,ini tiba juga.Sudah lama sekali aku memimpikan menjadi remaja yang diidam-idamkan oleh banyak orang.Namun hingga sekarang aku tidak tahu harus melakukan apa dengan umur ini.Aku rasa,aku sudah menjadi remaja yang cukup dewasa dan bisa berpikir layaknya seseorang yang sudah dewasa.Lalu apa lagi yang mesti ku capai?
            Abaikan pertanyaan itu.Lihatlah di sekeliling sekolahku ini,ramai dan sangat gaduh.Dan ini benar-benar menyebalkan.Aku benci dengan kebisingan mereka yang mengganggu telingaku.Arrgghh…,rasanya mau pecah!namun aku bisa apa?apa hak ku atas mereka.Sekarang aku hanya berharap ada guru yang masuk ke kelas mereka agar setidaknya telingaku bisa tenang.Ya,itu adalah pemandangan tak asing lagi bagiku dan mungkin sebagian besar orang.Pelajaran kosong atau tidak ada gurunya karena berhalangan untuk mengajar,dimanfaatkan mereka untuk bersantai ria sesuka hati mereka.Ada yang lagi ngerumpi,ada yang sedang nonton film,dan ada yang sedang asik dengna hanphonenya.Begitu pun juga yang terjadi di kelasku,jam pertama seharusnya kita belajar bahasa Indonesia.Namun sayang guru pebimbingnya tidak masuk karena sakit.Dan apa yang terjadi selanjutnya?kegaduhan pun mulai mengusikku lagi.Sialnya aku sedang bad mood,jadi aku malas untuk menegur mereka walau hanya untuk sekedar tidak berisik.Karena itu mengganggu kelas lain yang sedang belajar.Huff…,ya sudahlah.
            Di tengah-tengah keramaian itu,aku melihat status facebook di handphone ku.Tiba-tiba ada status yang membuatku heran dan bertanya-tanya.Itu status temanku Elsa,katanya dalam status itu “mau sampai kapan?”.Aku tertegun sebentar dan sekarang aku mengerti status itu untuk siapa.Tentu saja,itu untukku.Aku mengerti maksud mereka dan itu pula yang kupikirkan sekarang.Mungkin saat ini kalian mengira kami sedang bertengkar,dan mungkin saat ini semua teman facebook ku yang melihat ini akan mengira hal yang sama.Namun keaadaan yang sebenarnya sangat berbanding terbalik.Justru mereka sedang berusaha keras untuk meluluhkan hatiku dan di sisi lain mereka mendukung apapun keputusanku.Karena itu yang terbaik.Dan entah apa itu benar atau justru salah besar.
            Sejak kemarin aku tak bisa tidur karena memikirkan dia,memikirkan apa aku harus memaafkannya atau tidak.Ternyata seperti ini rasanya sedang galau.Dia…ya,dia adalah pacar pertamaku.Bagas namanya.Kami kenal saat kegiatan ospek sekolah,dan disanalah dia mulai menarik simpatiku.Hingga akhirnya kuberi dia kesempatan untuk menjadi yang pertama mengisi hatiku.Awalnya aku ragu dan takut,sebab dengan hubungan yang kami jalin akan mengganggu sekolah.Tapi syukurlah,itu semua tak terjadi.Kami saling menyemangati satu sama lain dalam belajar ataupun dalam kegiatan positif  lainnya.Tak kusangka aku sangat menyayanginya seiring berjalannya waktu.Mungkin aku belum begitu mengenalnya,begitu pun dia.Namun apalah arti semua itu,pikirku.Toh,kami selalu menemukan kebahagiaan dan kenyamanan dalam hubungan dua remaja ini.Hingga hari terus menyisihkan kisah-kisahnya yang kian berwarna.Dan itu yang sedang aku rasakan.Acchh…,aku rasa dia akan menjadi teman hidupku yang Tuhan kirim untuk mengisi kekosongan hati ini.Semoga saja.
            Tak terasa olehku,hari ini adalah hari bahagiaku.5 Januari,seorang Angel menginjak usia 16 tahun.Ditambah lagi aku berhasil meraih peringkat 5 besar kelas tahun ini.Waw..!ini sangat diluar dugaanku sebagai seorang remaja yang belum sepenuhnya menggenggam kedewasaan.Bersamaan dengan kebahagiaanku yang tak tertahankan itu,tiba-tiba saja terlintas dalam pikaranku tentang Bagas.Dalam hatiku penasaran namun begitu menggebu-gebu,kira-kira dia akan memberiku kejutan apa untuk ulang tahunku kali ini?Namun sebaiknya aku tidak terlalu berharap padanya,karena sebenarnya aku tak ingin Bagas memandangku sebagai cewek yang materialistis.Ayolah Angel…!ini bukan matre namanya,tapi hanya menguji sebesar apa perhatian dari seorang cowok kalem seperti Bagas.
            “Selamat pagi sahabatku yang cantik jelita…!!”rasanya aku tahu suara itu.Sudah kuduga itu Elsa,sahabat lamaku sejak SMP yang hobinya membicarakan gossip orang yang tak penting sama sekali.Tapi tidak untuknya.Siap-siap saja aku akan sarapan gossip hari ini.
            “Kok cemberut aja sih…,hari ini kan kamu ulang tahun.Ayolah jangan pelit-pelit,Pulang sekolah nanti ajak aku makan diluar dong.Kamu yang traktir.Oke Angel sayang…!”cerutusnya sambil berlari meninggalkan Angel begitu saja.Kalian tahu apa yang dia lakukan pagi ini sangat menjengkelkan.Tidak pernah sekalipun dia memberiku kado,tapi aku yang justru memberinya traktiran.Oh Tuhan…
            Aku berjalan santai menuju ruang kelas di lantai 2 dengan bayang-bayang Bagas di saat memberiku kejutan super romantis.Satu tahun lalu dia secara diam-diam menaruh seikat bunga mawar putih dan boneka panda besar di mejaku.Mungkin dia melakukan hal yang sama padaku kali ini.Karena rasa penasaran yang kian bergejolak itu,aku mempercepat langkahku menyusuri setiap anak tangga dengan perasaan bahagia dan raut wajah yang tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata.Sesampainya di kelas,ku lihat masih sepi.Belum ada yang datang sama sekali,hanya ada Lila yang sedang membaca novel disana.Tapi bukan itu yang membuatku terkejut.Tak ada apapun di mejaku,kosong.Aku rasa dia tak akan lupa dengan ulang tahunku,justru dia yang pertama kali memberi ucapan happy birthday padaku di facebook.Tapi…,tunggu!Apa itu?mendadak sorot mataku kuarahkan pada meja persis di belakangku.Ya,itu meja Andien.Seikat mawar putih dan boneka panda besar serta sepucuk surat merah muda tertata rapi di mejanya.Ini sangat membuatku sedikit menaruh curiga.Tak akan kubiarkan perasaan ini terus menggantung tanpa arah,maka dari itu aku membuka suratnya dan membaca isi surat itu.Dan aku yakin siapa saja yang melihat ini akan terbakar api cemburu.Hingga dia kan bertanya-tanya.
            “mungkin kamu sudah tahu,jika aku sangat mencintai sosok gadis sepertimu.Kamu adalah yang pertama mengisi kekosongan hatiku yang sepi.Kamu menjadikan aku seorang laki-laki yang bisa mandiri dan dewasa.Terima kasih sudah sudi menjadi bagian dari hidupku yang tak semenarik yang kamu pikir.Selamat ulang tahun sayang…,semoga kamu bisa mencapai mimpi dan cita-cita yang kamu harapkan.I LOVE YOU.Dari yang kamu sayang,BAGAS.”begitulah kata-kata dalam secarik surat itu.Aku tahu seharusnya apa maksud ini semua,tapi jalan pikirku buntu.Aku percaya jika hati yang berbicara,dan hatiku mengatakan Bagas telah mengkhianatinya dari belakang.Kebetulan hari ulang tahunku sama dengan Andien,dan Bagas tahu itu.Tapi kenapa dia melakukannya?Lalu untuk apa hubungan selama hampir 2 tahun ini dipertahankan dengan cinta dan kesetiaan yang menyangga tiangnya agar tak goyah di terpa badai.Hmmm…,ternya aku salah,sekuat apapun tiang itu,pasti akan tumbang juga jika badai yang dia berikan sangat menyakitkan.Dengan perasaan hancur yang masih membendung hatinya,Angel keluar kelas dan menyendiri dengan air mata yang tanpa dia sadari jatuh dari matanya yang menyimpan segala luka hati.Tak lama kemudian,Elsa datang dengan memasang wajah penasaran.
            “Kamu kenapa sendirian disini?Udah wajahnya kaya benag kusut gitu.Kenapa Angel?cerita dong jangan diam aja!”ucapnya membuat aku merasa harus menceritakan semuanya.Dan untuk pertama kalinya,Elsa bisa bersikap dewasa.Huhhh,untunglah.
            “Kayaknya gak mungkin banget deh njel.Selama ini kan kita lihat Bagas itu adalah cowok yang baik dan bertanggung jawab apalagi sama kamu.Dia itu cinta setengah mati sama kamu,jadi aku rasa ini cuma salah paham.”
            “Salah paham kamu bilang.Jelas-jelas barang buktinya ada di depan mata.”
            “Gini aja,daripada kamu murung terus.Lebih baik kita samperin Bagas.Dan tanya apa yang sebenarnya terjadi.Oke..!”kata Elsa.
            “Terserah..”kataku singkat
            Akhirnya dengan sangat terpaksa aku dan Elsa pergi ke kelas Bagas di lantai 1.Elsa menuju ruang kelas Bagas dan mengajaknya keluar.
            “Ada apa sih ini?Hai Angel!Kamu suka kan sama suprisenya?”tanya Bagas tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
            “Iya,kamu betul banget.Aku gak nyangka kamu bisa membuat surprise ini buat aku.Dan Andien sangat berterima kasih banget sama kamu buat kado dan surat romantisnya.”kataku dengan nada sedikit menahan marah.
            “Maksud kamu apa sih?aku gak kasih kado apapun sama Andien.Aku kasih itu buat kamu.Tunggu,ini pasti kamu salah paham.”sanggahnya
            “Salah paham?jeals-jelas barang-barang itu ada di meja Andien bukan di meja aku.Terus kamu mau masih nyangkal juga?udah deh,aku capek rebut sama kamu.”kataku sambil berlalu meninggalkan Bagas.Dan Elsa hanya diam tak bisa berbuat apa-apa,mungkin dia tak tahu mana yang salah,mana yang benar.
            “Elsa,tolong bilang ke Angel aku minta maaf kalau memang dia merasa tersakiti.Tapi bilang juga ke dia,kalau dia harus dengar penjelasan aku yang sebenarnya.ya!”pinta Bagas pada Elsa
            “Iya,nanti aku coba ngomong.”jawabnya
            2 bulan berlalu,dan aku masih belum bisa memaafkan Bagas walau hanya untuk  mendengarkannya saja.Setiap bertemu,Bagas mencoba meminta maaf padaku namun apalah yang ia terima hanya wajah tak peduliku.Aku tahu,Bagas berusaha untuk mendapat maaf dengan cara apapun.Di facebook,dia terus memina maaf padaku lewat pesan atau status.Aku melihatnya,namun entah kenapa hati ini masih ragu.Aku merasa dia memang benar-benar melakukan hal yang sangat menghancurkanku.Elsa terus saja membujukku untuk memberi maaf pada Bagas dan coba mendengarkan penjelasannya.Namun percuma,aku mengabaikan apapun yang berhubungan dengan Bagas.Tiba-tiba terlintaslah satu pikiran yang mengganjal aneh.Aku marah pada Bagas,namun tak sepatah katapun ku ucapkan untuk mengakhiri hubungan kita.Ya,aku dan Bagas belum putus,kami masih berpacaran hingga sekarang.Aku tak bisa mengatakan apapun,berat rasanya aku untuk mengatakan kata itu.Hingga waktu terus berjalan yang kian menandakan kebimbangan hati ini.
“Ya Tuhan,beri aku jawaban atas semua teka-teki ini.Aku tak mau hidup dalam ketidakpastian.Jika memang dia benar,aku mohon agar kau membuka mata hatiku untuk melihat kebenarannya.”do’a ku sambil mematikan obralan di facebook,karena jam istirahat sudah berbunyi dengan kerasnya.
            Aku dan Elsa menuju kantin untuk mengisi perut yang sedari tadi sudah mengeluarkan bunyi yang sangat menganggu.Tak terasa waktu telah berlalu,dan tanpa kami sadari,bel masuk sudah berbunyi kembali.Aku dan Elsa bergegas menuju kelas untuk menerima pelajaran selanjutnya.Tiba-tiba ku dengar sorak ramai nyanyian happy birthday dari seluruh penghuni kelas,ternyata mereka memberiku kejutan.Aku sungguh tak memikirkan itu,aku hampir lupa dengan ulang tahunku sendiri karena terlalu memikirkan tentang dia.Aku sangat bahagia namun di sisi lain aku tak bisa menipu diriku sendiri,jika saat ini aku sedang menyimpan kesedihan.Seketika lamunanku itu buyar mendengar suara yang tak akan kulupa seumur hidupku.Dia….,dia Bagas?Berdiri tegak di belakangku dengan seikat mawar putih yang sangat cantik.
            “Bagas!”seruku memanggil namanya seolah-olah aku tak pernah merasakan ada masalah diantara kita.Aku tertegun sebentar dan langsung teringat kembali jika kita memang sedang ada masalah.
            “Selamat ulang tahun Angel!  Untuk terakhir kalinya aku minta maaf sama kamu.Waktu itu,aku ke kelas kamu untuk memberi kejutan itu.Tapi satu hal,jujur aku gak tahu dimana meja kamu.Jadi aku tanya sama Lila dimana meja kamu,tapi dia gak kasih tahu aku dimana meja kamu.Maka dari itu,aku hanya menebak-nebak saja.Dan ternyata aku salah,meja itu bukan meja kamu.Tapi meja Andien.”jelasnya     
            “Apa??”
            “Tunggu,jadi bunga dan boneka itu kado ultah Angel.Aduh,sorry ya Angel.Aku gak tahu sama sekali.”kata Andien
            “Iya gak apa-apa kok din.Santai aja!”kataku tenang
            “Aku juga minta maaf ya Angel,Bagas.Waktu itu aku lagi asik banget baca novel,jadi aku gak peduliin Bagas.Sorry banget ya,gara-gara aku kalian jadi berantem gini.”sambung Lila dengan polosnya.Aku hanya mengangguk-angguk kecil dan memberi senyuman yang menandakan aku memaafkan Lila
            “Aku minta maaf gas,aku bodoh banget gak dengerin penjelasan kamu dari awal.Aku nyesel Bagas.”kataku yang hampir saja meneteskan air mata.          
            “Angel,aku yang seharusnya minta maaf.Karena harusnya aku gak ceroboh.Aku mau kasih kamu sesuatu sebagai tanda maaf aku buat kamu.”lanjut Bagas sambil membuka sebuah kotak kecil berwarna merah muda.Aku terkejut bukan kepalang,oh Tuhan.Ini benar-benar romantis.Dia memberiku kalung putih berliontinkan dua hati yang menyatu,dan disana ada inisial A & B,Angel dan Bagas.
            “Bagas,ini cantik banget.”
            “Kamu suka?”
            “Iya,suka banget.”
            Bagas memakaikan kalung itu di leherku di hadapan semua teman-temanku.Mereka ikut bahagia dengan hubungan kami.Akhirnya,aku lega masalah ini selesai.Aku dan Bagas kembali seperti dahulu yang penuh dengan kebahagiaan.Mulai detik ini kami berjanji akan menjadikan peristiwa ini pembelajaran yang berharga.Dan karena itu,kami juga belajar untuk menjadi remaja yang berpikir dewasa dan menyikapi setiap masalah dengan rasa tanggung jawab dan kemandirian.Cinta tidak rumit,yang membuatnya rumit adalah sikap keras kepala kita dan terus saja mementingkan ego daripada makna cinta itu sendiri.

~SELESAI~

Puisi Cinta

BEDA 
 Hati ini terus menjerit,bertanya bagaimanakah harusnya cinta ini berakhir?
 Tanpa kusadari kini kita berada di persimpangan jalan yang tak ada arah dan tujuan
 Hujan mengguyur dengan kejamnya,menjamah hampir separuh jiwaku
 Dan kini yang kurasa hanya hampa...
 Rasanya tak ingin lagi kutitipkan sehelai cinta padamu kasih...
 Penantian ini membuatku lelah
 Kebimbangan kian menyiksa batin yang berusaha untuk tegar
 Memang tak seharusnya kita bersama

 Aku cintai pribadimu
 Sungguh rasa sayang itu ada 
 Selamanya ku cinta kau walau kutahu perbedaan adalah alasan untuk kita tidak bersama
 Tangisku pecah bila kuingat kisah diantara kita
 Rinduku menggebu kala kuingat 
 Tak ada lagi bahagia yang mengikat detik demi detik bersamamu
 Padi mulai merunduk
 Tanda duka atas dua insan ini
 Hanya kecewa yang kurasa
 Bertahan atau hancur?
 Tinggalah pengorbanan yang tersisa
 Ku coba meluruskan hati yang tak bergeming

Bak ombak menerpa karang
Bahagiaku di ujung tanduk
Tak bersamamu adalah penyesalanku
Kita miliki Tuhan yang berbeda
Namun Tuhan tak membedakan kita
Dan biarlah Tuhan berkehendak 
Kupasrahkan belenggu hati ini pada-Mu
Oh langit malam...
Hantarkan pesan ini padanya,agar kelak dia mengerti
Lepaskan cinta yang terlanjur membara diantara memori manis
Melodi demi melodi menantimu tanpa irama
Hingga suatu saat akan ada yang memberinya sebuah lagu cinta
 

Cerpen Romansa



                                       Cincin Terakhir
                                                    Karya Amelia Wahyu Pithessa                                                                                                                        
Tak bisa kubayangkan jika rasa yang dulu pernah ada,kini kembali lagi setelah sekian lama aku berusaha untuk melupakannya.Dengan hati yang masih mengganjal,tidak mudah bagiku untuk kembali menyimpan rasa itu.Dia pergi begitu saja,lalu datang memberiku harapan dan cinta.Datang disaat aku telah mengubah rasa itu menjadi kenangan yang ku jaga dengan baik dalam memoriku.Namun disaat itu pula aku merasa tidak ada yang bisa membuat hidupku jauh lebih berarti,kecuali dengan cintanya yang begitu besar.
            Aku tahu,tak seharusnya aku memiliki perasaan seperti ini.Mencintai,namun cinta itu tak berbalas lebih padaku.Rasanya aneh,aku tidak bisa mengartikan perasaan yang kualami sekarang.Yang kutahu,saat ini hatiku seperti tertusuk oleh duri yang amat perih dan menyakitkan.Dan tanpa kusadari,aku menangis dalam lamunanku sendiri.Merasakan dia yang hadir disisiku.
            Dan dia adalah sahabat baikku sejak SMA,Julio namanya.Bagiku,dia bukan hanya sekedar sahabat,dia adalah segalanya,dia alasanku untuk bahagia dan sedih.Aku selalu kagum dengan semangat hidup,rendah hatinya,dan rasa sayangnya yang amat besar untukku.Satu hal lagi,tak pernah aku meragukan ideologinya yang sampai sekarang menjadi motivasiku dalam menjalani hari-hari  yang sulit.Katanya…,nikmati dan jalani saja hidup ini dengan senyuman.Karena dengan tersenyum,kita bisa lebih mensyukuri karunia Tuhan yang luar biasa.
            Dan aku yang mengagumi sosok Julio.Rani,panggil saja aku dengan nama itu.Orang bilang,aku mudah  pesimis dan tidak mau mendengarkan nasihat orang lain,termasuk orang tuaku sendiri.Mawar merah,itu adalah bunga kesukaanku.Walau berduri,tapi dia memiliki sisi yang bisa membuat orang melihatnya jatuh hati.Semua bunga memang indah dan menawan,tapi bagiku mawar adalah lambang cinta dan kasih sayang,dan itulah arti persahabatan kami.Dan orang yang pertama kali memeriku bunga mawar adalah Julio,tepat di hari ulang tahunku.Ya,dia memang yang paling tahu tentang sahabatnya ini,karena itulah aku menyayanginya.Bahkan aku berharap lebih dari itu.
            Hari demi hari kita jalani bersama tanpa hambatan yang berarti.Kebersamaan yang kami bangun selama ini,selalu memiliki makna didalamnya.Itulah mengapa aku tak ingin kehilangan sosok Julio.Ahhh…aku tidak tahu,bagaimana jadinya melangkah sendiri tanpa dia.Rasanya keberanian tidak menghampiriku untuk sekedar membayangkan itu semua.Kelulusan tinggal menghitung hari,pasti akan ada perpisahan yang mengundang kebahagiaan,bangga,bahkan air mata pun turut mewarnai setiap momennya.Apa yang kami lakukan selain gelisah menunggu hasil yang terbaik.Aku lagi-lagi diambang antara optimis atau pesimis,antara yakin dan tidak yakin.
            “Woyy!ngelamun aja,ntar kesambet baru tau rasa lho.”sapa Julio mengejutkanku dari belakang.
”Ihh,apaan sih loe yo,ganggu orang aja.Gak ada kerjaan lain apa?”jawabku ketus.”
“Udahlah Ran,kelulusan itu harusnya disambut dengan gembira dan suka cita.Gak usah terlalu dipikirin,ntar stress malah nambah masalah.”jelasnya mencoba menenangkanku,namun sepertinya dia tidak berhasil  menghilangkan kegelisahanku yang semakin menjadi-jadi.
”Yaahh…,malah diem aja nih anak.Dari tadi gue ngomong sama angin kali ya?”gerutu Julio menyerah.Tapi nyatanya dia masih belum menyerah juga.
”Nih ya,gue bilangin.Mau apapun nanti hasilnya,yang penting kita sudah berusaha.Dan gak ada usaha yang sia-sia,serahin aja semuanya sama Yang Maha Kuasa,nanti Dia yang akan menentukan takdir kita.”lanjutnya.Dan kali ini aku luluh mendengar kata-katanya,sambil memandang matanya yang penuh dengan harapan dan cita-cita,penuh dengan kebahagiaan.Aku merasa perasaanku ini tidak salah.
            Alhamdulillah,akhirnya kelulusan sudah ditangan kami.Semua murid angkatan tahun ini lulus dengan nilai yang memuaskan,termasuk aku dan Julio.Bahagia yang tak terkira terpancar dari wajah kami semua,terlebih aku yang sejak awal sangat pesimis dengan hasilnya.Wisuda kali ini,sangat memberi arti yang dalam bagiku.Kenapa?karena aku akan mengatakan yang sejujurnya tentang perasaanku pada Julio.Aku berharap dia juga berpikir yang sama sepertiku.Usai pemotretan,aku perlahan menghampiri Julio di sudut ruangan yang masih mengenakan baju wisuda dan toganya.Gugup aku rasakan,bimbang menyerangku secara tiba-tiba,namun kali ini aku harus optimis.
            “(menghela nafas)Julio!”sapaku pelan.
”Hai Ran,gila akhirnya kita bisa pakai toga juga dan dapat gelar sarjana!”ucapnya girang.
”Loe kenapa sih?lagi gak enak badan?”lanjut Julio.
”Emmm,enggak yo.Gue mau ngomong sesuatu sama loe.Selama ini kan kita sahabatan,dan gue sayang banget sama loe.Tapi gue gak ngerti kenapa rasa sayang itu sekarang berubah jadi rasa cinta.Gak apa-apa kan kalo gue ngerubah status kita jadi pacar.”kataku penuh keraguan.Berharap Julio akan menerima keputusanku.Julio mendadak diam tak mengeluarkan sepatah katapun,mungkin dia terkejut mendengarnya.Dan aku tahu itu.
”Kenapa sih harus berubah ran,bukannya selama ini jadi sahabat itu menyenangkan banget ya?”
            “Yo,apa susahnya sih loe tinggal bilang iya loe mau jadi pacar gue.Dan gue bakal jadi wanita paling bahagia hari ini.Kita udah sama-sama sayang,dan gak salah kan kalo rasa sayang itu ditambah jadi rasa cinta.Terus masalahnya dimana?
            “Ran,gue gak mau ngerusak persahabatan kita,kalo kita pacaran,setahun dua tahun.Terus nanti kita berantem,putus,gue kehilangan loe dan loe kehilangan gue.Itu yang loe mau?”
            “Gue tanggung semua resikonya yo,asalkan loe jadi pacar gue.”
            Suasana seketika hening,Julio lantas meninggalkanku tanpa ada senyuman di wajahnya,tak ada yang menyangka akan seperti ini akhirnya.Yang ada dalam pikiranku sekarang adalah Julio sudah menyimpan kebencian dan kecewa yang amat dalam karenaku,dan bukan inginku mengakhiri persahabatan kami.
            Dua tahun kemudian…
Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah dalam hidupku,setelah dua tahun penantian,akhirnya aku mendapat gelar Master di fakultas kedokteran.Ini adalah mimpiku yang telah menjadi nyata,semua harapan dan cita-cita ada di tanganku sekarang.Dan minggu depan aku akan menjalani praktek yang pertama di salah satu rumah sakit ternama di Singapura.”Rani,ayo cepat ke ruang tamu,ada teman ibu datang.”kata Ibu
“Iya bu,aku mau beres-beres kamar dulu.Nanti aku nyusul”
            Disaat aku tengah sibuk membereskan rak buku,tak sengaja aku menemukan sebuah kotak berukuran cukup besar berwarna merah muda di laci.Ya,aku ingat kotak itu.Kenanganku bersama Julio masih tersimpan rapih,beberapa tangkai  mawar merah menghiasinya.Entah bagaimana kabar Julio sekarang,sejak saat itu,dia tidak bisa dihubungi.Semua kenangan itu membuka kembali rasa sesalku tentang semua kebodohanku akan perasaan cinta yang tak mungkin pernah ada.Tuhan,kenapa engkau ingatkan aku lagi dengan dia.Aku tidak sanggup jika perasaan itu harus kusimpan lagi untuk kedua kalinya.”Rani!”panggil ibu membuyarkan lamunanku.Tiba-tiba saja ia sudah berdiri di pintu kamarku.
“Ibu!iya aku ke ruang tamu sekarang.”
“Telat,teman ibu udah pulang,kamu sih kelamaan.Oh ya ada kiriman buat kamu,katanya dari Singapur,kirimannya ibu taruh di meja depan.Belum kamu kesana udah dapat penggemar aja.”ledek Ibu.
”Singapura?”gumamku dalam hati.Betapa terkejutnya dan terherannya aku saat melihat seikat mawar merah,dan sepucuk surat.Dan yang tambah membuatku terkejut,itu semua dari Julio!
”Rani sahabat gue yang paling gue sayang,apa kabar?rasanya aneh kalau gue gak bersama loe sedetik aja.Gue minta maaf,gak seharusnya gue bersikap kayak gitu sama loe.Harusnya gue sadar,kalo sahabat juga bisa jadi lebih.Dan itu yang membuat gue semakin tahu arti sayang gue ke loe selama ini.Besok studi gue udah selesai,dan gue akan pulang bersama cinta gue dan cincin cantik yang akan segera melingkar di jari manis loe.Dan…gue janji akan ada cincin yang kedua di hari pernikahan kita nanti.See you my girlfriend”katanya dalam surat.
Ya Tuhan,aku benar-benar tidak percaya.Orang yang aku harapkan menjadi jodohku sekarang membalas cintaku dengan begitu besarnya.Julio,dia ingin melamarku!Sekarang hati ini telah menemukan pelabuhan terakhirnya,dan dunia adalah saksi perjalanan kisah kami.
Udara segar berayun kesana kemari memberi kehangatan yang begitu memeluk tubuh ini dengan eratnya.Matahari pagi menyambut dengan ramahnya di ufuk barat.Rasanya aku ingin terbang sekarang,karena tak bisa aku mengutarakan kebahagiaan yang kurasakan bertubi-tubi hari ini.Julio akan pulang dan segera memasangkan cincin tanda cinta itu,tanda cinta yang ia miliki sejak pertama kita kenal.
“Krrriinnngggg……”tiba-tiba suara handphone membangunkan aku dari mimpi indah ini.Ternyata itu dari mamanya Julio
“Halo tante!Julio udah pulang ya?oke tante aku kesana  sekarang ya!”kataku girang
“Rani!semua sudah berakhir.Sebaiknya kamu jadikan Julio sebagai kenangan terindah kamu.”ucap tante membuatku penasaran
“Maksud tante apa?”
“Pesawat yang ditumpangi Julio mengalami kecelakaan,dan jatuh di laut.Julio menjadi korban Rani,dia meninggal.”
Hening…

Apa ini Tuhan?kenapa kau mengambil kebahagiaanku begitu cepat.Sekarang aku harus bagaimana?Hidupku begitu sempurna karena Julio,dan tiba-tiba sekarang aku harus kehilangan semuanya.Dengan air mata yang cukup deras membasahi wajahku,aku bergegas pergi ke rumah Julio.Rasanya aku tidak percaya sahabatku pergi,aku berpikir dia sedang bermain sandiwara untuk memberiku kejutan.Ternyata tidak!aku benar-benar kehilangan dia…
“Tante,Julio udah janji mau kasih aku cincin,dia mau melamar aku kan?”
“Iya ran,ini cincin yang akan dia kasih ke kamu.”katanya sambil memberikan kotak kecil berisikan cincin permata yang begitu cantik.
“Tapi tante,ini bukan cincin terakhir yang dia kasih ke aku kan?Dia juga janji mau kasih aku cincin yang kedua di hari pernikahan kita nanti.Iya kan tante,ayo jawab!”tangisku semakin pecah,tak mampu aku membendung semua kesedihan ini.
“Mungkin ini akan jadi cincin terakhir Rani…”

“JULIOOO……!!!”





~SELESAI~