Sabtu, 29 Oktober 2016

Cerpen Romansa



                                       Cincin Terakhir
                                                    Karya Amelia Wahyu Pithessa                                                                                                                        
Tak bisa kubayangkan jika rasa yang dulu pernah ada,kini kembali lagi setelah sekian lama aku berusaha untuk melupakannya.Dengan hati yang masih mengganjal,tidak mudah bagiku untuk kembali menyimpan rasa itu.Dia pergi begitu saja,lalu datang memberiku harapan dan cinta.Datang disaat aku telah mengubah rasa itu menjadi kenangan yang ku jaga dengan baik dalam memoriku.Namun disaat itu pula aku merasa tidak ada yang bisa membuat hidupku jauh lebih berarti,kecuali dengan cintanya yang begitu besar.
            Aku tahu,tak seharusnya aku memiliki perasaan seperti ini.Mencintai,namun cinta itu tak berbalas lebih padaku.Rasanya aneh,aku tidak bisa mengartikan perasaan yang kualami sekarang.Yang kutahu,saat ini hatiku seperti tertusuk oleh duri yang amat perih dan menyakitkan.Dan tanpa kusadari,aku menangis dalam lamunanku sendiri.Merasakan dia yang hadir disisiku.
            Dan dia adalah sahabat baikku sejak SMA,Julio namanya.Bagiku,dia bukan hanya sekedar sahabat,dia adalah segalanya,dia alasanku untuk bahagia dan sedih.Aku selalu kagum dengan semangat hidup,rendah hatinya,dan rasa sayangnya yang amat besar untukku.Satu hal lagi,tak pernah aku meragukan ideologinya yang sampai sekarang menjadi motivasiku dalam menjalani hari-hari  yang sulit.Katanya…,nikmati dan jalani saja hidup ini dengan senyuman.Karena dengan tersenyum,kita bisa lebih mensyukuri karunia Tuhan yang luar biasa.
            Dan aku yang mengagumi sosok Julio.Rani,panggil saja aku dengan nama itu.Orang bilang,aku mudah  pesimis dan tidak mau mendengarkan nasihat orang lain,termasuk orang tuaku sendiri.Mawar merah,itu adalah bunga kesukaanku.Walau berduri,tapi dia memiliki sisi yang bisa membuat orang melihatnya jatuh hati.Semua bunga memang indah dan menawan,tapi bagiku mawar adalah lambang cinta dan kasih sayang,dan itulah arti persahabatan kami.Dan orang yang pertama kali memeriku bunga mawar adalah Julio,tepat di hari ulang tahunku.Ya,dia memang yang paling tahu tentang sahabatnya ini,karena itulah aku menyayanginya.Bahkan aku berharap lebih dari itu.
            Hari demi hari kita jalani bersama tanpa hambatan yang berarti.Kebersamaan yang kami bangun selama ini,selalu memiliki makna didalamnya.Itulah mengapa aku tak ingin kehilangan sosok Julio.Ahhh…aku tidak tahu,bagaimana jadinya melangkah sendiri tanpa dia.Rasanya keberanian tidak menghampiriku untuk sekedar membayangkan itu semua.Kelulusan tinggal menghitung hari,pasti akan ada perpisahan yang mengundang kebahagiaan,bangga,bahkan air mata pun turut mewarnai setiap momennya.Apa yang kami lakukan selain gelisah menunggu hasil yang terbaik.Aku lagi-lagi diambang antara optimis atau pesimis,antara yakin dan tidak yakin.
            “Woyy!ngelamun aja,ntar kesambet baru tau rasa lho.”sapa Julio mengejutkanku dari belakang.
”Ihh,apaan sih loe yo,ganggu orang aja.Gak ada kerjaan lain apa?”jawabku ketus.”
“Udahlah Ran,kelulusan itu harusnya disambut dengan gembira dan suka cita.Gak usah terlalu dipikirin,ntar stress malah nambah masalah.”jelasnya mencoba menenangkanku,namun sepertinya dia tidak berhasil  menghilangkan kegelisahanku yang semakin menjadi-jadi.
”Yaahh…,malah diem aja nih anak.Dari tadi gue ngomong sama angin kali ya?”gerutu Julio menyerah.Tapi nyatanya dia masih belum menyerah juga.
”Nih ya,gue bilangin.Mau apapun nanti hasilnya,yang penting kita sudah berusaha.Dan gak ada usaha yang sia-sia,serahin aja semuanya sama Yang Maha Kuasa,nanti Dia yang akan menentukan takdir kita.”lanjutnya.Dan kali ini aku luluh mendengar kata-katanya,sambil memandang matanya yang penuh dengan harapan dan cita-cita,penuh dengan kebahagiaan.Aku merasa perasaanku ini tidak salah.
            Alhamdulillah,akhirnya kelulusan sudah ditangan kami.Semua murid angkatan tahun ini lulus dengan nilai yang memuaskan,termasuk aku dan Julio.Bahagia yang tak terkira terpancar dari wajah kami semua,terlebih aku yang sejak awal sangat pesimis dengan hasilnya.Wisuda kali ini,sangat memberi arti yang dalam bagiku.Kenapa?karena aku akan mengatakan yang sejujurnya tentang perasaanku pada Julio.Aku berharap dia juga berpikir yang sama sepertiku.Usai pemotretan,aku perlahan menghampiri Julio di sudut ruangan yang masih mengenakan baju wisuda dan toganya.Gugup aku rasakan,bimbang menyerangku secara tiba-tiba,namun kali ini aku harus optimis.
            “(menghela nafas)Julio!”sapaku pelan.
”Hai Ran,gila akhirnya kita bisa pakai toga juga dan dapat gelar sarjana!”ucapnya girang.
”Loe kenapa sih?lagi gak enak badan?”lanjut Julio.
”Emmm,enggak yo.Gue mau ngomong sesuatu sama loe.Selama ini kan kita sahabatan,dan gue sayang banget sama loe.Tapi gue gak ngerti kenapa rasa sayang itu sekarang berubah jadi rasa cinta.Gak apa-apa kan kalo gue ngerubah status kita jadi pacar.”kataku penuh keraguan.Berharap Julio akan menerima keputusanku.Julio mendadak diam tak mengeluarkan sepatah katapun,mungkin dia terkejut mendengarnya.Dan aku tahu itu.
”Kenapa sih harus berubah ran,bukannya selama ini jadi sahabat itu menyenangkan banget ya?”
            “Yo,apa susahnya sih loe tinggal bilang iya loe mau jadi pacar gue.Dan gue bakal jadi wanita paling bahagia hari ini.Kita udah sama-sama sayang,dan gak salah kan kalo rasa sayang itu ditambah jadi rasa cinta.Terus masalahnya dimana?
            “Ran,gue gak mau ngerusak persahabatan kita,kalo kita pacaran,setahun dua tahun.Terus nanti kita berantem,putus,gue kehilangan loe dan loe kehilangan gue.Itu yang loe mau?”
            “Gue tanggung semua resikonya yo,asalkan loe jadi pacar gue.”
            Suasana seketika hening,Julio lantas meninggalkanku tanpa ada senyuman di wajahnya,tak ada yang menyangka akan seperti ini akhirnya.Yang ada dalam pikiranku sekarang adalah Julio sudah menyimpan kebencian dan kecewa yang amat dalam karenaku,dan bukan inginku mengakhiri persahabatan kami.
            Dua tahun kemudian…
Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah dalam hidupku,setelah dua tahun penantian,akhirnya aku mendapat gelar Master di fakultas kedokteran.Ini adalah mimpiku yang telah menjadi nyata,semua harapan dan cita-cita ada di tanganku sekarang.Dan minggu depan aku akan menjalani praktek yang pertama di salah satu rumah sakit ternama di Singapura.”Rani,ayo cepat ke ruang tamu,ada teman ibu datang.”kata Ibu
“Iya bu,aku mau beres-beres kamar dulu.Nanti aku nyusul”
            Disaat aku tengah sibuk membereskan rak buku,tak sengaja aku menemukan sebuah kotak berukuran cukup besar berwarna merah muda di laci.Ya,aku ingat kotak itu.Kenanganku bersama Julio masih tersimpan rapih,beberapa tangkai  mawar merah menghiasinya.Entah bagaimana kabar Julio sekarang,sejak saat itu,dia tidak bisa dihubungi.Semua kenangan itu membuka kembali rasa sesalku tentang semua kebodohanku akan perasaan cinta yang tak mungkin pernah ada.Tuhan,kenapa engkau ingatkan aku lagi dengan dia.Aku tidak sanggup jika perasaan itu harus kusimpan lagi untuk kedua kalinya.”Rani!”panggil ibu membuyarkan lamunanku.Tiba-tiba saja ia sudah berdiri di pintu kamarku.
“Ibu!iya aku ke ruang tamu sekarang.”
“Telat,teman ibu udah pulang,kamu sih kelamaan.Oh ya ada kiriman buat kamu,katanya dari Singapur,kirimannya ibu taruh di meja depan.Belum kamu kesana udah dapat penggemar aja.”ledek Ibu.
”Singapura?”gumamku dalam hati.Betapa terkejutnya dan terherannya aku saat melihat seikat mawar merah,dan sepucuk surat.Dan yang tambah membuatku terkejut,itu semua dari Julio!
”Rani sahabat gue yang paling gue sayang,apa kabar?rasanya aneh kalau gue gak bersama loe sedetik aja.Gue minta maaf,gak seharusnya gue bersikap kayak gitu sama loe.Harusnya gue sadar,kalo sahabat juga bisa jadi lebih.Dan itu yang membuat gue semakin tahu arti sayang gue ke loe selama ini.Besok studi gue udah selesai,dan gue akan pulang bersama cinta gue dan cincin cantik yang akan segera melingkar di jari manis loe.Dan…gue janji akan ada cincin yang kedua di hari pernikahan kita nanti.See you my girlfriend”katanya dalam surat.
Ya Tuhan,aku benar-benar tidak percaya.Orang yang aku harapkan menjadi jodohku sekarang membalas cintaku dengan begitu besarnya.Julio,dia ingin melamarku!Sekarang hati ini telah menemukan pelabuhan terakhirnya,dan dunia adalah saksi perjalanan kisah kami.
Udara segar berayun kesana kemari memberi kehangatan yang begitu memeluk tubuh ini dengan eratnya.Matahari pagi menyambut dengan ramahnya di ufuk barat.Rasanya aku ingin terbang sekarang,karena tak bisa aku mengutarakan kebahagiaan yang kurasakan bertubi-tubi hari ini.Julio akan pulang dan segera memasangkan cincin tanda cinta itu,tanda cinta yang ia miliki sejak pertama kita kenal.
“Krrriinnngggg……”tiba-tiba suara handphone membangunkan aku dari mimpi indah ini.Ternyata itu dari mamanya Julio
“Halo tante!Julio udah pulang ya?oke tante aku kesana  sekarang ya!”kataku girang
“Rani!semua sudah berakhir.Sebaiknya kamu jadikan Julio sebagai kenangan terindah kamu.”ucap tante membuatku penasaran
“Maksud tante apa?”
“Pesawat yang ditumpangi Julio mengalami kecelakaan,dan jatuh di laut.Julio menjadi korban Rani,dia meninggal.”
Hening…

Apa ini Tuhan?kenapa kau mengambil kebahagiaanku begitu cepat.Sekarang aku harus bagaimana?Hidupku begitu sempurna karena Julio,dan tiba-tiba sekarang aku harus kehilangan semuanya.Dengan air mata yang cukup deras membasahi wajahku,aku bergegas pergi ke rumah Julio.Rasanya aku tidak percaya sahabatku pergi,aku berpikir dia sedang bermain sandiwara untuk memberiku kejutan.Ternyata tidak!aku benar-benar kehilangan dia…
“Tante,Julio udah janji mau kasih aku cincin,dia mau melamar aku kan?”
“Iya ran,ini cincin yang akan dia kasih ke kamu.”katanya sambil memberikan kotak kecil berisikan cincin permata yang begitu cantik.
“Tapi tante,ini bukan cincin terakhir yang dia kasih ke aku kan?Dia juga janji mau kasih aku cincin yang kedua di hari pernikahan kita nanti.Iya kan tante,ayo jawab!”tangisku semakin pecah,tak mampu aku membendung semua kesedihan ini.
“Mungkin ini akan jadi cincin terakhir Rani…”

“JULIOOO……!!!”





~SELESAI~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar