Minggu, 01 Mei 2016

Puisi cinta



                           DUA HATI
Mata itu berbicara akan sesuatu
Sesuatu yang tak kupahami
Jikalau aku bertanya,
mungkinkah tuan kan menjawabnya
Dan jikalau aku merajuk,
mungkinkah tuan tinggalkan diri ini untuk hati yang lain
Jika kau tahu sesuatu,pertanyaan itu menggantung dalam hubungan yang kian tak pasti ini
Seolah-olah terapung di perairan tujuh samudera
        Sesakit apapun kurasakan,
        Itu tak kan mengembalikan merindu yang telah lama
        Menghilang,tertelan belenggu cinta yang teramat
        Dalam.
Mahal,jika cinta yang kau berikan adalah intan dan berlian.
Namun kau tau jua hati ini tak kan berpaling,walau cinta itu tak lagi mahal.
Relakah pabila Tuhan adalah saksi kita kala saling mencinta
Saling merenda kasih…
Saling sayang…
Dan saling menyapa walau ramai,walau langit taklagi sama.
        Hatiku terluka karenamu
        Cintaku tak lagi utuh,seperti dahulu ku mencintaimu
        yang tak kenal air mata dan kekecewaan
Kini kau pergi dan berlalu
Terhempas angin melayang jauh
Terombang-ambing bagai laut tak memberi ketenangan
Sekarang hanya aku,sendiri dengan sesal dan kecewa
Salahkah jika aku ingin memilikimu
Walau ku tahu kau dan dia adalah satu cinta
Oh sayang…
        Cintamu mendua
        Hatimu berdusta
        Kasihmu hilang ditengah malam kelabu
Inikah jalan terbaik untuk dua hati yang dikhianati?
Keraguan akan cintanya kupertanyakan
Namun entah apa jawabnya
Kini…
Kucoba pergi dengan hati yang kau sakiti
Kuingin mengalah karena cintaku terlalu besar untukmu
Wahai cinta dan kenangan…

1 komentar: