TANDA
MAAF
Namaku
Angelica Nugroho,tapi mereka yang mengenalku biasa memanggil aku Angel.Saat
ini,tepatnya tanggal 5 Januari aku berusia 17 tahun.Akhirnya,ini tiba
juga.Sudah lama sekali aku memimpikan menjadi remaja yang diidam-idamkan oleh
banyak orang.Namun hingga sekarang aku tidak tahu harus melakukan apa dengan
umur ini.Aku rasa,aku sudah menjadi remaja yang cukup dewasa dan bisa berpikir
layaknya seseorang yang sudah dewasa.Lalu apa lagi yang mesti ku capai?
Abaikan
pertanyaan itu.Lihatlah di sekeliling sekolahku ini,ramai dan sangat gaduh.Dan
ini benar-benar menyebalkan.Aku benci dengan kebisingan mereka yang mengganggu
telingaku.Arrgghh…,rasanya mau pecah!namun aku bisa apa?apa hak ku atas
mereka.Sekarang aku hanya berharap ada guru yang masuk ke kelas mereka agar
setidaknya telingaku bisa tenang.Ya,itu adalah pemandangan tak asing lagi
bagiku dan mungkin sebagian besar orang.Pelajaran kosong atau tidak ada gurunya
karena berhalangan untuk mengajar,dimanfaatkan mereka untuk bersantai ria
sesuka hati mereka.Ada yang lagi ngerumpi,ada yang sedang nonton film,dan ada
yang sedang asik dengna hanphonenya.Begitu pun juga yang terjadi di kelasku,jam
pertama seharusnya kita belajar bahasa Indonesia.Namun sayang guru pebimbingnya
tidak masuk karena sakit.Dan apa yang terjadi selanjutnya?kegaduhan pun mulai
mengusikku lagi.Sialnya aku sedang bad mood,jadi aku malas untuk menegur mereka
walau hanya untuk sekedar tidak berisik.Karena itu mengganggu kelas lain yang
sedang belajar.Huff…,ya sudahlah.
Di
tengah-tengah keramaian itu,aku melihat status facebook di handphone
ku.Tiba-tiba ada status yang membuatku heran dan bertanya-tanya.Itu status
temanku Elsa,katanya dalam status itu “mau sampai kapan?”.Aku tertegun sebentar
dan sekarang aku mengerti status itu untuk siapa.Tentu saja,itu untukku.Aku
mengerti maksud mereka dan itu pula yang kupikirkan sekarang.Mungkin saat ini
kalian mengira kami sedang bertengkar,dan mungkin saat ini semua teman facebook
ku yang melihat ini akan mengira hal yang sama.Namun keaadaan yang sebenarnya
sangat berbanding terbalik.Justru mereka sedang berusaha keras untuk meluluhkan
hatiku dan di sisi lain mereka mendukung apapun keputusanku.Karena itu yang terbaik.Dan
entah apa itu benar atau justru salah besar.
Sejak
kemarin aku tak bisa tidur karena memikirkan dia,memikirkan apa aku harus
memaafkannya atau tidak.Ternyata seperti ini rasanya sedang galau.Dia…ya,dia
adalah pacar pertamaku.Bagas namanya.Kami kenal saat kegiatan ospek sekolah,dan
disanalah dia mulai menarik simpatiku.Hingga akhirnya kuberi dia kesempatan
untuk menjadi yang pertama mengisi hatiku.Awalnya aku ragu dan takut,sebab
dengan hubungan yang kami jalin akan mengganggu sekolah.Tapi syukurlah,itu
semua tak terjadi.Kami saling menyemangati satu sama lain dalam belajar ataupun
dalam kegiatan positif lainnya.Tak
kusangka aku sangat menyayanginya seiring berjalannya waktu.Mungkin aku belum
begitu mengenalnya,begitu pun dia.Namun apalah arti semua itu,pikirku.Toh,kami
selalu menemukan kebahagiaan dan kenyamanan dalam hubungan dua remaja
ini.Hingga hari terus menyisihkan kisah-kisahnya yang kian berwarna.Dan itu
yang sedang aku rasakan.Acchh…,aku rasa dia akan menjadi teman hidupku yang
Tuhan kirim untuk mengisi kekosongan hati ini.Semoga saja.
Tak
terasa olehku,hari ini adalah hari bahagiaku.5 Januari,seorang Angel menginjak
usia 16 tahun.Ditambah lagi aku berhasil meraih peringkat 5 besar kelas tahun
ini.Waw..!ini sangat diluar dugaanku sebagai seorang remaja yang belum
sepenuhnya menggenggam kedewasaan.Bersamaan dengan kebahagiaanku yang tak
tertahankan itu,tiba-tiba saja terlintas dalam pikaranku tentang Bagas.Dalam
hatiku penasaran namun begitu menggebu-gebu,kira-kira dia akan memberiku
kejutan apa untuk ulang tahunku kali ini?Namun sebaiknya aku tidak terlalu
berharap padanya,karena sebenarnya aku tak ingin Bagas memandangku sebagai
cewek yang materialistis.Ayolah Angel…!ini bukan matre namanya,tapi hanya
menguji sebesar apa perhatian dari seorang cowok kalem seperti Bagas.
“Selamat
pagi sahabatku yang cantik jelita…!!”rasanya aku tahu suara itu.Sudah kuduga
itu Elsa,sahabat lamaku sejak SMP yang hobinya membicarakan gossip orang yang
tak penting sama sekali.Tapi tidak untuknya.Siap-siap saja aku akan sarapan
gossip hari ini.
“Kok
cemberut aja sih…,hari ini kan kamu ulang tahun.Ayolah jangan
pelit-pelit,Pulang sekolah nanti ajak aku makan diluar dong.Kamu yang
traktir.Oke Angel sayang…!”cerutusnya sambil berlari meninggalkan Angel begitu
saja.Kalian tahu apa yang dia lakukan pagi ini sangat menjengkelkan.Tidak
pernah sekalipun dia memberiku kado,tapi aku yang justru memberinya
traktiran.Oh Tuhan…
Aku
berjalan santai menuju ruang kelas di lantai 2 dengan bayang-bayang Bagas di
saat memberiku kejutan super romantis.Satu tahun lalu dia secara diam-diam
menaruh seikat bunga mawar putih dan boneka panda besar di mejaku.Mungkin dia
melakukan hal yang sama padaku kali ini.Karena rasa penasaran yang kian
bergejolak itu,aku mempercepat langkahku menyusuri setiap anak tangga dengan
perasaan bahagia dan raut wajah yang tak bisa kuungkapkan dengan
kata-kata.Sesampainya di kelas,ku lihat masih sepi.Belum ada yang datang sama
sekali,hanya ada Lila yang sedang membaca novel disana.Tapi bukan itu yang
membuatku terkejut.Tak ada apapun di mejaku,kosong.Aku rasa dia tak akan lupa
dengan ulang tahunku,justru dia yang pertama kali memberi ucapan happy birthday
padaku di facebook.Tapi…,tunggu!Apa itu?mendadak sorot mataku kuarahkan pada
meja persis di belakangku.Ya,itu meja Andien.Seikat mawar putih dan boneka
panda besar serta sepucuk surat merah muda tertata rapi di mejanya.Ini sangat
membuatku sedikit menaruh curiga.Tak akan kubiarkan perasaan ini terus
menggantung tanpa arah,maka dari itu aku membuka suratnya dan membaca isi surat
itu.Dan aku yakin siapa saja yang melihat ini akan terbakar api cemburu.Hingga
dia kan bertanya-tanya.
“mungkin
kamu sudah tahu,jika aku sangat mencintai sosok gadis sepertimu.Kamu adalah
yang pertama mengisi kekosongan hatiku yang sepi.Kamu menjadikan aku seorang
laki-laki yang bisa mandiri dan dewasa.Terima kasih sudah sudi menjadi bagian
dari hidupku yang tak semenarik yang kamu pikir.Selamat ulang tahun
sayang…,semoga kamu bisa mencapai mimpi dan cita-cita yang kamu harapkan.I LOVE
YOU.Dari yang kamu sayang,BAGAS.”begitulah kata-kata dalam secarik surat
itu.Aku tahu seharusnya apa maksud ini semua,tapi jalan pikirku buntu.Aku
percaya jika hati yang berbicara,dan hatiku mengatakan Bagas telah
mengkhianatinya dari belakang.Kebetulan hari ulang tahunku sama dengan
Andien,dan Bagas tahu itu.Tapi kenapa dia melakukannya?Lalu untuk apa hubungan
selama hampir 2 tahun ini dipertahankan dengan cinta dan kesetiaan yang
menyangga tiangnya agar tak goyah di terpa badai.Hmmm…,ternya aku salah,sekuat
apapun tiang itu,pasti akan tumbang juga jika badai yang dia berikan sangat
menyakitkan.Dengan perasaan hancur yang masih membendung hatinya,Angel keluar
kelas dan menyendiri dengan air mata yang tanpa dia sadari jatuh dari matanya
yang menyimpan segala luka hati.Tak lama kemudian,Elsa datang dengan memasang
wajah penasaran.
“Kamu
kenapa sendirian disini?Udah wajahnya kaya benag kusut gitu.Kenapa Angel?cerita
dong jangan diam aja!”ucapnya membuat aku merasa harus menceritakan
semuanya.Dan untuk pertama kalinya,Elsa bisa bersikap dewasa.Huhhh,untunglah.
“Kayaknya
gak mungkin banget deh njel.Selama ini kan kita lihat Bagas itu adalah cowok
yang baik dan bertanggung jawab apalagi sama kamu.Dia itu cinta setengah mati
sama kamu,jadi aku rasa ini cuma salah paham.”
“Salah
paham kamu bilang.Jelas-jelas barang buktinya ada di depan mata.”
“Gini
aja,daripada kamu murung terus.Lebih baik kita samperin Bagas.Dan tanya apa
yang sebenarnya terjadi.Oke..!”kata Elsa.
“Terserah..”kataku
singkat
Akhirnya
dengan sangat terpaksa aku dan Elsa pergi ke kelas Bagas di lantai 1.Elsa
menuju ruang kelas Bagas dan mengajaknya keluar.
“Ada
apa sih ini?Hai Angel!Kamu suka kan sama suprisenya?”tanya Bagas tanpa ada rasa
bersalah sedikitpun.
“Iya,kamu
betul banget.Aku gak nyangka kamu bisa membuat surprise ini buat aku.Dan Andien
sangat berterima kasih banget sama kamu buat kado dan surat romantisnya.”kataku
dengan nada sedikit menahan marah.
“Maksud
kamu apa sih?aku gak kasih kado apapun sama Andien.Aku kasih itu buat
kamu.Tunggu,ini pasti kamu salah paham.”sanggahnya
“Salah
paham?jeals-jelas barang-barang itu ada di meja Andien bukan di meja aku.Terus
kamu mau masih nyangkal juga?udah deh,aku capek rebut sama kamu.”kataku sambil
berlalu meninggalkan Bagas.Dan Elsa hanya diam tak bisa berbuat apa-apa,mungkin
dia tak tahu mana yang salah,mana yang benar.
“Elsa,tolong
bilang ke Angel aku minta maaf kalau memang dia merasa tersakiti.Tapi bilang
juga ke dia,kalau dia harus dengar penjelasan aku yang sebenarnya.ya!”pinta
Bagas pada Elsa
“Iya,nanti
aku coba ngomong.”jawabnya
2
bulan berlalu,dan aku masih belum bisa memaafkan Bagas walau hanya untuk mendengarkannya saja.Setiap bertemu,Bagas mencoba
meminta maaf padaku namun apalah yang ia terima hanya wajah tak peduliku.Aku
tahu,Bagas berusaha untuk mendapat maaf dengan cara apapun.Di facebook,dia
terus memina maaf padaku lewat pesan atau status.Aku melihatnya,namun entah
kenapa hati ini masih ragu.Aku merasa dia memang benar-benar melakukan hal yang
sangat menghancurkanku.Elsa terus saja membujukku untuk memberi maaf pada Bagas
dan coba mendengarkan penjelasannya.Namun percuma,aku mengabaikan apapun yang
berhubungan dengan Bagas.Tiba-tiba terlintaslah satu pikiran yang mengganjal
aneh.Aku marah pada Bagas,namun tak sepatah katapun ku ucapkan untuk mengakhiri
hubungan kita.Ya,aku dan Bagas belum putus,kami masih berpacaran hingga
sekarang.Aku tak bisa mengatakan apapun,berat rasanya aku untuk mengatakan kata
itu.Hingga waktu terus berjalan yang kian menandakan kebimbangan hati ini.
“Ya Tuhan,beri aku
jawaban atas semua teka-teki ini.Aku tak mau hidup dalam ketidakpastian.Jika
memang dia benar,aku mohon agar kau membuka mata hatiku untuk melihat
kebenarannya.”do’a ku sambil mematikan obralan di facebook,karena jam istirahat
sudah berbunyi dengan kerasnya.
Aku
dan Elsa menuju kantin untuk mengisi perut yang sedari tadi sudah mengeluarkan
bunyi yang sangat menganggu.Tak terasa waktu telah berlalu,dan tanpa kami
sadari,bel masuk sudah berbunyi kembali.Aku dan Elsa bergegas menuju kelas
untuk menerima pelajaran selanjutnya.Tiba-tiba ku dengar sorak ramai nyanyian
happy birthday dari seluruh penghuni kelas,ternyata mereka memberiku
kejutan.Aku sungguh tak memikirkan itu,aku hampir lupa dengan ulang tahunku
sendiri karena terlalu memikirkan tentang dia.Aku sangat bahagia namun di sisi
lain aku tak bisa menipu diriku sendiri,jika saat ini aku sedang menyimpan
kesedihan.Seketika lamunanku itu buyar mendengar suara yang tak akan kulupa
seumur hidupku.Dia….,dia Bagas?Berdiri tegak di belakangku dengan seikat mawar
putih yang sangat cantik.
“Bagas!”seruku
memanggil namanya seolah-olah aku tak pernah merasakan ada masalah diantara
kita.Aku tertegun sebentar dan langsung teringat kembali jika kita memang
sedang ada masalah.
“Selamat
ulang tahun Angel! Untuk terakhir kalinya
aku minta maaf sama kamu.Waktu itu,aku ke kelas kamu untuk memberi kejutan
itu.Tapi satu hal,jujur aku gak tahu dimana meja kamu.Jadi aku tanya sama Lila
dimana meja kamu,tapi dia gak kasih tahu aku dimana meja kamu.Maka dari itu,aku
hanya menebak-nebak saja.Dan ternyata aku salah,meja itu bukan meja kamu.Tapi
meja Andien.”jelasnya
“Apa??”
“Tunggu,jadi
bunga dan boneka itu kado ultah Angel.Aduh,sorry ya Angel.Aku gak tahu sama
sekali.”kata Andien
“Iya
gak apa-apa kok din.Santai aja!”kataku tenang
“Aku
juga minta maaf ya Angel,Bagas.Waktu itu aku lagi asik banget baca novel,jadi
aku gak peduliin Bagas.Sorry banget ya,gara-gara aku kalian jadi berantem
gini.”sambung Lila dengan polosnya.Aku hanya mengangguk-angguk kecil dan
memberi senyuman yang menandakan aku memaafkan Lila
“Aku
minta maaf gas,aku bodoh banget gak dengerin penjelasan kamu dari awal.Aku
nyesel Bagas.”kataku yang hampir saja meneteskan air mata.
“Angel,aku
yang seharusnya minta maaf.Karena harusnya aku gak ceroboh.Aku mau kasih kamu
sesuatu sebagai tanda maaf aku buat kamu.”lanjut Bagas sambil membuka sebuah
kotak kecil berwarna merah muda.Aku terkejut bukan kepalang,oh Tuhan.Ini
benar-benar romantis.Dia memberiku kalung putih berliontinkan dua hati yang
menyatu,dan disana ada inisial A & B,Angel dan Bagas.
“Bagas,ini
cantik banget.”
“Kamu
suka?”
“Iya,suka
banget.”
Bagas
memakaikan kalung itu di leherku di hadapan semua teman-temanku.Mereka ikut
bahagia dengan hubungan kami.Akhirnya,aku lega masalah ini selesai.Aku dan
Bagas kembali seperti dahulu yang penuh dengan kebahagiaan.Mulai detik ini kami
berjanji akan menjadikan peristiwa ini pembelajaran yang berharga.Dan karena
itu,kami juga belajar untuk menjadi remaja yang berpikir dewasa dan menyikapi
setiap masalah dengan rasa tanggung jawab dan kemandirian.Cinta tidak
rumit,yang membuatnya rumit adalah sikap keras kepala kita dan terus saja
mementingkan ego daripada makna cinta itu sendiri.
~SELESAI~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar