Sabtu, 29 Oktober 2016

Cerpen Romansa



                        TANDA MAAF
                                                
            Namaku Angelica Nugroho,tapi mereka yang mengenalku biasa memanggil aku Angel.Saat ini,tepatnya tanggal 5 Januari aku berusia 17 tahun.Akhirnya,ini tiba juga.Sudah lama sekali aku memimpikan menjadi remaja yang diidam-idamkan oleh banyak orang.Namun hingga sekarang aku tidak tahu harus melakukan apa dengan umur ini.Aku rasa,aku sudah menjadi remaja yang cukup dewasa dan bisa berpikir layaknya seseorang yang sudah dewasa.Lalu apa lagi yang mesti ku capai?
            Abaikan pertanyaan itu.Lihatlah di sekeliling sekolahku ini,ramai dan sangat gaduh.Dan ini benar-benar menyebalkan.Aku benci dengan kebisingan mereka yang mengganggu telingaku.Arrgghh…,rasanya mau pecah!namun aku bisa apa?apa hak ku atas mereka.Sekarang aku hanya berharap ada guru yang masuk ke kelas mereka agar setidaknya telingaku bisa tenang.Ya,itu adalah pemandangan tak asing lagi bagiku dan mungkin sebagian besar orang.Pelajaran kosong atau tidak ada gurunya karena berhalangan untuk mengajar,dimanfaatkan mereka untuk bersantai ria sesuka hati mereka.Ada yang lagi ngerumpi,ada yang sedang nonton film,dan ada yang sedang asik dengna hanphonenya.Begitu pun juga yang terjadi di kelasku,jam pertama seharusnya kita belajar bahasa Indonesia.Namun sayang guru pebimbingnya tidak masuk karena sakit.Dan apa yang terjadi selanjutnya?kegaduhan pun mulai mengusikku lagi.Sialnya aku sedang bad mood,jadi aku malas untuk menegur mereka walau hanya untuk sekedar tidak berisik.Karena itu mengganggu kelas lain yang sedang belajar.Huff…,ya sudahlah.
            Di tengah-tengah keramaian itu,aku melihat status facebook di handphone ku.Tiba-tiba ada status yang membuatku heran dan bertanya-tanya.Itu status temanku Elsa,katanya dalam status itu “mau sampai kapan?”.Aku tertegun sebentar dan sekarang aku mengerti status itu untuk siapa.Tentu saja,itu untukku.Aku mengerti maksud mereka dan itu pula yang kupikirkan sekarang.Mungkin saat ini kalian mengira kami sedang bertengkar,dan mungkin saat ini semua teman facebook ku yang melihat ini akan mengira hal yang sama.Namun keaadaan yang sebenarnya sangat berbanding terbalik.Justru mereka sedang berusaha keras untuk meluluhkan hatiku dan di sisi lain mereka mendukung apapun keputusanku.Karena itu yang terbaik.Dan entah apa itu benar atau justru salah besar.
            Sejak kemarin aku tak bisa tidur karena memikirkan dia,memikirkan apa aku harus memaafkannya atau tidak.Ternyata seperti ini rasanya sedang galau.Dia…ya,dia adalah pacar pertamaku.Bagas namanya.Kami kenal saat kegiatan ospek sekolah,dan disanalah dia mulai menarik simpatiku.Hingga akhirnya kuberi dia kesempatan untuk menjadi yang pertama mengisi hatiku.Awalnya aku ragu dan takut,sebab dengan hubungan yang kami jalin akan mengganggu sekolah.Tapi syukurlah,itu semua tak terjadi.Kami saling menyemangati satu sama lain dalam belajar ataupun dalam kegiatan positif  lainnya.Tak kusangka aku sangat menyayanginya seiring berjalannya waktu.Mungkin aku belum begitu mengenalnya,begitu pun dia.Namun apalah arti semua itu,pikirku.Toh,kami selalu menemukan kebahagiaan dan kenyamanan dalam hubungan dua remaja ini.Hingga hari terus menyisihkan kisah-kisahnya yang kian berwarna.Dan itu yang sedang aku rasakan.Acchh…,aku rasa dia akan menjadi teman hidupku yang Tuhan kirim untuk mengisi kekosongan hati ini.Semoga saja.
            Tak terasa olehku,hari ini adalah hari bahagiaku.5 Januari,seorang Angel menginjak usia 16 tahun.Ditambah lagi aku berhasil meraih peringkat 5 besar kelas tahun ini.Waw..!ini sangat diluar dugaanku sebagai seorang remaja yang belum sepenuhnya menggenggam kedewasaan.Bersamaan dengan kebahagiaanku yang tak tertahankan itu,tiba-tiba saja terlintas dalam pikaranku tentang Bagas.Dalam hatiku penasaran namun begitu menggebu-gebu,kira-kira dia akan memberiku kejutan apa untuk ulang tahunku kali ini?Namun sebaiknya aku tidak terlalu berharap padanya,karena sebenarnya aku tak ingin Bagas memandangku sebagai cewek yang materialistis.Ayolah Angel…!ini bukan matre namanya,tapi hanya menguji sebesar apa perhatian dari seorang cowok kalem seperti Bagas.
            “Selamat pagi sahabatku yang cantik jelita…!!”rasanya aku tahu suara itu.Sudah kuduga itu Elsa,sahabat lamaku sejak SMP yang hobinya membicarakan gossip orang yang tak penting sama sekali.Tapi tidak untuknya.Siap-siap saja aku akan sarapan gossip hari ini.
            “Kok cemberut aja sih…,hari ini kan kamu ulang tahun.Ayolah jangan pelit-pelit,Pulang sekolah nanti ajak aku makan diluar dong.Kamu yang traktir.Oke Angel sayang…!”cerutusnya sambil berlari meninggalkan Angel begitu saja.Kalian tahu apa yang dia lakukan pagi ini sangat menjengkelkan.Tidak pernah sekalipun dia memberiku kado,tapi aku yang justru memberinya traktiran.Oh Tuhan…
            Aku berjalan santai menuju ruang kelas di lantai 2 dengan bayang-bayang Bagas di saat memberiku kejutan super romantis.Satu tahun lalu dia secara diam-diam menaruh seikat bunga mawar putih dan boneka panda besar di mejaku.Mungkin dia melakukan hal yang sama padaku kali ini.Karena rasa penasaran yang kian bergejolak itu,aku mempercepat langkahku menyusuri setiap anak tangga dengan perasaan bahagia dan raut wajah yang tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata.Sesampainya di kelas,ku lihat masih sepi.Belum ada yang datang sama sekali,hanya ada Lila yang sedang membaca novel disana.Tapi bukan itu yang membuatku terkejut.Tak ada apapun di mejaku,kosong.Aku rasa dia tak akan lupa dengan ulang tahunku,justru dia yang pertama kali memberi ucapan happy birthday padaku di facebook.Tapi…,tunggu!Apa itu?mendadak sorot mataku kuarahkan pada meja persis di belakangku.Ya,itu meja Andien.Seikat mawar putih dan boneka panda besar serta sepucuk surat merah muda tertata rapi di mejanya.Ini sangat membuatku sedikit menaruh curiga.Tak akan kubiarkan perasaan ini terus menggantung tanpa arah,maka dari itu aku membuka suratnya dan membaca isi surat itu.Dan aku yakin siapa saja yang melihat ini akan terbakar api cemburu.Hingga dia kan bertanya-tanya.
            “mungkin kamu sudah tahu,jika aku sangat mencintai sosok gadis sepertimu.Kamu adalah yang pertama mengisi kekosongan hatiku yang sepi.Kamu menjadikan aku seorang laki-laki yang bisa mandiri dan dewasa.Terima kasih sudah sudi menjadi bagian dari hidupku yang tak semenarik yang kamu pikir.Selamat ulang tahun sayang…,semoga kamu bisa mencapai mimpi dan cita-cita yang kamu harapkan.I LOVE YOU.Dari yang kamu sayang,BAGAS.”begitulah kata-kata dalam secarik surat itu.Aku tahu seharusnya apa maksud ini semua,tapi jalan pikirku buntu.Aku percaya jika hati yang berbicara,dan hatiku mengatakan Bagas telah mengkhianatinya dari belakang.Kebetulan hari ulang tahunku sama dengan Andien,dan Bagas tahu itu.Tapi kenapa dia melakukannya?Lalu untuk apa hubungan selama hampir 2 tahun ini dipertahankan dengan cinta dan kesetiaan yang menyangga tiangnya agar tak goyah di terpa badai.Hmmm…,ternya aku salah,sekuat apapun tiang itu,pasti akan tumbang juga jika badai yang dia berikan sangat menyakitkan.Dengan perasaan hancur yang masih membendung hatinya,Angel keluar kelas dan menyendiri dengan air mata yang tanpa dia sadari jatuh dari matanya yang menyimpan segala luka hati.Tak lama kemudian,Elsa datang dengan memasang wajah penasaran.
            “Kamu kenapa sendirian disini?Udah wajahnya kaya benag kusut gitu.Kenapa Angel?cerita dong jangan diam aja!”ucapnya membuat aku merasa harus menceritakan semuanya.Dan untuk pertama kalinya,Elsa bisa bersikap dewasa.Huhhh,untunglah.
            “Kayaknya gak mungkin banget deh njel.Selama ini kan kita lihat Bagas itu adalah cowok yang baik dan bertanggung jawab apalagi sama kamu.Dia itu cinta setengah mati sama kamu,jadi aku rasa ini cuma salah paham.”
            “Salah paham kamu bilang.Jelas-jelas barang buktinya ada di depan mata.”
            “Gini aja,daripada kamu murung terus.Lebih baik kita samperin Bagas.Dan tanya apa yang sebenarnya terjadi.Oke..!”kata Elsa.
            “Terserah..”kataku singkat
            Akhirnya dengan sangat terpaksa aku dan Elsa pergi ke kelas Bagas di lantai 1.Elsa menuju ruang kelas Bagas dan mengajaknya keluar.
            “Ada apa sih ini?Hai Angel!Kamu suka kan sama suprisenya?”tanya Bagas tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
            “Iya,kamu betul banget.Aku gak nyangka kamu bisa membuat surprise ini buat aku.Dan Andien sangat berterima kasih banget sama kamu buat kado dan surat romantisnya.”kataku dengan nada sedikit menahan marah.
            “Maksud kamu apa sih?aku gak kasih kado apapun sama Andien.Aku kasih itu buat kamu.Tunggu,ini pasti kamu salah paham.”sanggahnya
            “Salah paham?jeals-jelas barang-barang itu ada di meja Andien bukan di meja aku.Terus kamu mau masih nyangkal juga?udah deh,aku capek rebut sama kamu.”kataku sambil berlalu meninggalkan Bagas.Dan Elsa hanya diam tak bisa berbuat apa-apa,mungkin dia tak tahu mana yang salah,mana yang benar.
            “Elsa,tolong bilang ke Angel aku minta maaf kalau memang dia merasa tersakiti.Tapi bilang juga ke dia,kalau dia harus dengar penjelasan aku yang sebenarnya.ya!”pinta Bagas pada Elsa
            “Iya,nanti aku coba ngomong.”jawabnya
            2 bulan berlalu,dan aku masih belum bisa memaafkan Bagas walau hanya untuk  mendengarkannya saja.Setiap bertemu,Bagas mencoba meminta maaf padaku namun apalah yang ia terima hanya wajah tak peduliku.Aku tahu,Bagas berusaha untuk mendapat maaf dengan cara apapun.Di facebook,dia terus memina maaf padaku lewat pesan atau status.Aku melihatnya,namun entah kenapa hati ini masih ragu.Aku merasa dia memang benar-benar melakukan hal yang sangat menghancurkanku.Elsa terus saja membujukku untuk memberi maaf pada Bagas dan coba mendengarkan penjelasannya.Namun percuma,aku mengabaikan apapun yang berhubungan dengan Bagas.Tiba-tiba terlintaslah satu pikiran yang mengganjal aneh.Aku marah pada Bagas,namun tak sepatah katapun ku ucapkan untuk mengakhiri hubungan kita.Ya,aku dan Bagas belum putus,kami masih berpacaran hingga sekarang.Aku tak bisa mengatakan apapun,berat rasanya aku untuk mengatakan kata itu.Hingga waktu terus berjalan yang kian menandakan kebimbangan hati ini.
“Ya Tuhan,beri aku jawaban atas semua teka-teki ini.Aku tak mau hidup dalam ketidakpastian.Jika memang dia benar,aku mohon agar kau membuka mata hatiku untuk melihat kebenarannya.”do’a ku sambil mematikan obralan di facebook,karena jam istirahat sudah berbunyi dengan kerasnya.
            Aku dan Elsa menuju kantin untuk mengisi perut yang sedari tadi sudah mengeluarkan bunyi yang sangat menganggu.Tak terasa waktu telah berlalu,dan tanpa kami sadari,bel masuk sudah berbunyi kembali.Aku dan Elsa bergegas menuju kelas untuk menerima pelajaran selanjutnya.Tiba-tiba ku dengar sorak ramai nyanyian happy birthday dari seluruh penghuni kelas,ternyata mereka memberiku kejutan.Aku sungguh tak memikirkan itu,aku hampir lupa dengan ulang tahunku sendiri karena terlalu memikirkan tentang dia.Aku sangat bahagia namun di sisi lain aku tak bisa menipu diriku sendiri,jika saat ini aku sedang menyimpan kesedihan.Seketika lamunanku itu buyar mendengar suara yang tak akan kulupa seumur hidupku.Dia….,dia Bagas?Berdiri tegak di belakangku dengan seikat mawar putih yang sangat cantik.
            “Bagas!”seruku memanggil namanya seolah-olah aku tak pernah merasakan ada masalah diantara kita.Aku tertegun sebentar dan langsung teringat kembali jika kita memang sedang ada masalah.
            “Selamat ulang tahun Angel!  Untuk terakhir kalinya aku minta maaf sama kamu.Waktu itu,aku ke kelas kamu untuk memberi kejutan itu.Tapi satu hal,jujur aku gak tahu dimana meja kamu.Jadi aku tanya sama Lila dimana meja kamu,tapi dia gak kasih tahu aku dimana meja kamu.Maka dari itu,aku hanya menebak-nebak saja.Dan ternyata aku salah,meja itu bukan meja kamu.Tapi meja Andien.”jelasnya     
            “Apa??”
            “Tunggu,jadi bunga dan boneka itu kado ultah Angel.Aduh,sorry ya Angel.Aku gak tahu sama sekali.”kata Andien
            “Iya gak apa-apa kok din.Santai aja!”kataku tenang
            “Aku juga minta maaf ya Angel,Bagas.Waktu itu aku lagi asik banget baca novel,jadi aku gak peduliin Bagas.Sorry banget ya,gara-gara aku kalian jadi berantem gini.”sambung Lila dengan polosnya.Aku hanya mengangguk-angguk kecil dan memberi senyuman yang menandakan aku memaafkan Lila
            “Aku minta maaf gas,aku bodoh banget gak dengerin penjelasan kamu dari awal.Aku nyesel Bagas.”kataku yang hampir saja meneteskan air mata.          
            “Angel,aku yang seharusnya minta maaf.Karena harusnya aku gak ceroboh.Aku mau kasih kamu sesuatu sebagai tanda maaf aku buat kamu.”lanjut Bagas sambil membuka sebuah kotak kecil berwarna merah muda.Aku terkejut bukan kepalang,oh Tuhan.Ini benar-benar romantis.Dia memberiku kalung putih berliontinkan dua hati yang menyatu,dan disana ada inisial A & B,Angel dan Bagas.
            “Bagas,ini cantik banget.”
            “Kamu suka?”
            “Iya,suka banget.”
            Bagas memakaikan kalung itu di leherku di hadapan semua teman-temanku.Mereka ikut bahagia dengan hubungan kami.Akhirnya,aku lega masalah ini selesai.Aku dan Bagas kembali seperti dahulu yang penuh dengan kebahagiaan.Mulai detik ini kami berjanji akan menjadikan peristiwa ini pembelajaran yang berharga.Dan karena itu,kami juga belajar untuk menjadi remaja yang berpikir dewasa dan menyikapi setiap masalah dengan rasa tanggung jawab dan kemandirian.Cinta tidak rumit,yang membuatnya rumit adalah sikap keras kepala kita dan terus saja mementingkan ego daripada makna cinta itu sendiri.

~SELESAI~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar