Sabtu, 29 Oktober 2016

Puisi Cinta

BEDA 
 Hati ini terus menjerit,bertanya bagaimanakah harusnya cinta ini berakhir?
 Tanpa kusadari kini kita berada di persimpangan jalan yang tak ada arah dan tujuan
 Hujan mengguyur dengan kejamnya,menjamah hampir separuh jiwaku
 Dan kini yang kurasa hanya hampa...
 Rasanya tak ingin lagi kutitipkan sehelai cinta padamu kasih...
 Penantian ini membuatku lelah
 Kebimbangan kian menyiksa batin yang berusaha untuk tegar
 Memang tak seharusnya kita bersama

 Aku cintai pribadimu
 Sungguh rasa sayang itu ada 
 Selamanya ku cinta kau walau kutahu perbedaan adalah alasan untuk kita tidak bersama
 Tangisku pecah bila kuingat kisah diantara kita
 Rinduku menggebu kala kuingat 
 Tak ada lagi bahagia yang mengikat detik demi detik bersamamu
 Padi mulai merunduk
 Tanda duka atas dua insan ini
 Hanya kecewa yang kurasa
 Bertahan atau hancur?
 Tinggalah pengorbanan yang tersisa
 Ku coba meluruskan hati yang tak bergeming

Bak ombak menerpa karang
Bahagiaku di ujung tanduk
Tak bersamamu adalah penyesalanku
Kita miliki Tuhan yang berbeda
Namun Tuhan tak membedakan kita
Dan biarlah Tuhan berkehendak 
Kupasrahkan belenggu hati ini pada-Mu
Oh langit malam...
Hantarkan pesan ini padanya,agar kelak dia mengerti
Lepaskan cinta yang terlanjur membara diantara memori manis
Melodi demi melodi menantimu tanpa irama
Hingga suatu saat akan ada yang memberinya sebuah lagu cinta
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar