BEDA
Hati ini terus menjerit,bertanya bagaimanakah harusnya cinta ini berakhir?
Tanpa kusadari kini kita berada di persimpangan jalan yang tak ada arah dan tujuan
Hujan mengguyur dengan kejamnya,menjamah hampir separuh jiwaku
Dan kini yang kurasa hanya hampa...
Rasanya tak ingin lagi kutitipkan sehelai cinta padamu kasih...
Penantian ini membuatku lelah
Kebimbangan kian menyiksa batin yang berusaha untuk tegar
Memang tak seharusnya kita bersama
Aku cintai pribadimu
Sungguh rasa sayang itu ada
Selamanya ku cinta kau walau kutahu perbedaan adalah alasan untuk kita tidak bersama
Tangisku pecah bila kuingat kisah diantara kita
Rinduku menggebu kala kuingat
Tak ada lagi bahagia yang mengikat detik demi detik bersamamu
Padi mulai merunduk
Tanda duka atas dua insan ini
Hanya kecewa yang kurasa
Bertahan atau hancur?
Tinggalah pengorbanan yang tersisa
Ku coba meluruskan hati yang tak bergeming
Bak ombak menerpa karang
Bahagiaku di ujung tanduk
Tak bersamamu adalah penyesalanku
Kita miliki Tuhan yang berbeda
Namun Tuhan tak membedakan kita
Dan biarlah Tuhan berkehendak
Kupasrahkan belenggu hati ini pada-Mu
Oh langit malam...
Hantarkan pesan ini padanya,agar kelak dia mengerti
Lepaskan cinta yang terlanjur membara diantara memori manis
Melodi demi melodi menantimu tanpa irama
Hingga suatu saat akan ada yang memberinya sebuah lagu cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar