MEMBUJUK ASMARA
Cinta,cinta,cinta,dan cinta
Rasa cinta meyakini akan naluri ketika jatuh hati
Itu pasti…
Cinta merasakan akan jiwa yang menggelora,bagai api
menjalar dari panasnya bara
Namun asapnya tak luput dari sebuah kisah bersejarah
Semakin cinta datang mendekat,
Semakin jantung tak ingin berdetak lebih kencang lagi
Apa namanya ini Tuhan?
Terlalu singkat aku tuk memahaminya
Apakah mungkin ada hasrat yang mendarat di tepi pelabuhan
asmara
Rayuan itu
terucap dari kata manisnya
Tak mampu diri
ini mengartikan bahasa sang
kekasih
Tak kuasa aku
menunjukkan asmara ini
Atau memang
sudah terlalu jauh
Pabila dirinya mencinta,
Aku kan membuat hati ini bicara tanpa tahu artinya membisu.
Hai pemuda perayu…
Hadirlah di mimpiku
Temuiku di sisir ombak yang berlabuh di kerinduan cinta
yang telah kuberi
Beri aku cinta itu
Percayalah aku wanita yang kau khayalkan
Akan kuhadirkan bahagiaku padamu,
Walau sedetik kau mengatakan bahwa bahagia itu sederhana
Sedang kau tahu,sesederhana itulah cinta kasihku
Membujukmu
untuk mengenalku
Membujukmu
untuk mencintaiku
Wahai kekasih hatiku,asmara ada,karena hati ini tak
menghindar dari cinta yang telah lama kumiliki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar